Kriminal Arsip - Metodik.id https://metodik.id/category/kriminal/ Terpercaya Fri, 12 Jun 2026 15:33:51 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.1 https://metodik.id/wp-content/uploads/2026/06/cropped-Black-and-White-Modern-Minimalist-Typography-Yoga-Studio-Brand-Logo-1-1-32x32.png Kriminal Arsip - Metodik.id https://metodik.id/category/kriminal/ 32 32 FGD PERMAHI Lampung Bahas Kontroversi Tembak di Tempat terhadap Pelaku Begal https://metodik.id/fgd-permahi-lampung-bahas-kontroversi-tembak-di-tempat-terhadap-pelaku-begal/ https://metodik.id/fgd-permahi-lampung-bahas-kontroversi-tembak-di-tempat-terhadap-pelaku-begal/#respond Fri, 12 Jun 2026 15:33:51 +0000 https://metodik.id/?p=8378 Bandar Lampung, 12 Juni 2026 – Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPC PERMAHI) Lampung menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Kontroversi Tembak di Tempat terhadap Pelaku Begal di Provinsi Lampung: Antara Kebutuhan Akan Keamanan, Penegakan Hukum, Hak Asasi Manusia, serta Tantangan Kemiskinan dan Rendahnya Kualitas SDM” pada Kamis (12/6) di Koat Coffee, Bandar Lampung. Kegiatan yang diinisiasi Ketua Umum DPC PERMAHI Lampung, Tri Rahmadona, S.H., tersebut menghadirkan unsur kepolisian, akademisi, lembaga bantuan hukum, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat. Sekitar 100 peserta yang terdiri dari perwakilan organisasi mahasiswa, organisasi kepemudaan, media, serta masyarakat umum turut mengikuti jalannya diskusi. Dalam forum tersebut, Kompol Abdul Mutolib, S.H., selaku Kasubdit Ditintelkam Polda Lampung yang mewakili Kapolda Lampung, menegaskan bahwa tindakan tembak di tempat bukanlah bentuk penghukuman terhadap pelaku kejahatan, melainkan tindakan penghentian ancaman dalam situasi yang membahayakan keselamatan jiwa. > “Tindakan tembak di tempat bukanlah bentuk penghukuman. Penggunaan senjata api oleh anggota Polri dilakukan secara ketat dengan mengedepankan prinsip legalitas, nesesitas, proporsionalitas, dan akuntabilitas,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa negara harus mampu menghadirkan rasa aman bagi masyarakat melalui penegakan hukum yang tegas, namun tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku. Sementara itu, Akademisi Hukum Tata Negara Universitas Bandar Lampung, Dr. Rifandi Ritonga, […]

Artikel FGD PERMAHI Lampung Bahas Kontroversi Tembak di Tempat terhadap Pelaku Begal pertama kali tampil pada Metodik.id.

]]>
Bandar Lampung, 12 Juni 2026 – Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPC PERMAHI) Lampung menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Kontroversi Tembak di Tempat terhadap Pelaku Begal di Provinsi Lampung: Antara Kebutuhan Akan Keamanan, Penegakan Hukum, Hak Asasi Manusia, serta Tantangan Kemiskinan dan Rendahnya Kualitas SDM” pada Kamis (12/6) di Koat Coffee, Bandar Lampung.

Kegiatan yang diinisiasi Ketua Umum DPC PERMAHI Lampung, Tri Rahmadona, S.H., tersebut menghadirkan unsur kepolisian, akademisi, lembaga bantuan hukum, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat. Sekitar 100 peserta yang terdiri dari perwakilan organisasi mahasiswa, organisasi kepemudaan, media, serta masyarakat umum turut mengikuti jalannya diskusi.

Dalam forum tersebut, Kompol Abdul Mutolib, S.H., selaku Kasubdit Ditintelkam Polda Lampung yang mewakili Kapolda Lampung, menegaskan bahwa tindakan tembak di tempat bukanlah bentuk penghukuman terhadap pelaku kejahatan, melainkan tindakan penghentian ancaman dalam situasi yang membahayakan keselamatan jiwa.

> “Tindakan tembak di tempat bukanlah bentuk penghukuman. Penggunaan senjata api oleh anggota Polri dilakukan secara ketat dengan mengedepankan prinsip legalitas, nesesitas, proporsionalitas, dan akuntabilitas,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa negara harus mampu menghadirkan rasa aman bagi masyarakat melalui penegakan hukum yang tegas, namun tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.

Sementara itu, Akademisi Hukum Tata Negara Universitas Bandar Lampung, Dr. Rifandi Ritonga, S.H., M.H., menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan keamanan dan prinsip negara hukum.

> “Negara tidak boleh membiarkan masyarakat menjadi korban kejahatan, tetapi negara juga tidak boleh menggunakan kekuasaan secara sewenang-wenang. Keberhasilan penegakan hukum diukur dari kemampuan negara menghadirkan keamanan tanpa mengorbankan prinsip-prinsip hukum dan konstitusi,” jelasnya.

Dari perspektif hak asasi manusia, Direktur LBH Bandar Lampung, Prabowo Pamungkas, S.H., menegaskan bahwa setiap penggunaan kekuatan oleh aparat negara harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan diawasi secara ketat.

> “Instruksi verbal dari pimpinan sering kali diterjemahkan berbeda oleh aparat di lapangan. Bagaimana kemudian perintah atau instruksi langsung dari Bapak Kapolda tentu akan diartikan lain daripada anggota-anggota yang ada di bawah,” kata Prabowo.

Ketua Ikam Jabung Sai, Zainal Abidin, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap peredaran narkoba dan judi online yang telah merambah anak usia sekolah menengah

> “Saya punya pandangan berbeda, kalau memang narkoba judi online itu bisa diberantas, kejahatan khususnya curanmor itu akan 95% turun,” ungkap Zainal.

Ketua Umum DPC PERMAHI Lampung, Tri Rahmadona, S.H., menyampaikan bahwa diskusi ini digelar sebagai ruang dialog publik untuk membahas isu tembak di tempat secara objektif dan komprehensif.

> “Fenomena begal tidak dapat dipandang semata-mata sebagai persoalan hukum dan keamanan. Faktor sosial, ekonomi, pendidikan, dan kualitas sumber daya manusia juga perlu menjadi perhatian dalam upaya pencegahan kriminalitas secara berkelanjutan,” katanya.

FGD menghasilkan beberapa kesimpulan utama, yakni bahwa tindakan tembak di tempat dapat dilakukan sebagai upaya penghentian ancaman yang membahayakan keselamatan masyarakat maupun petugas dengan tetap berpedoman pada hukum yang berlaku. Penegakan hukum terhadap pelaku begal harus dilakukan secara tegas, proporsional, akuntabel, dan tetap menghormati hak asasi manusia.

Melalui kegiatan ini, DPC PERMAHI Lampung berharap lahirnya pemahaman yang lebih komprehensif mengenai upaya penanganan kejahatan jalanan di Provinsi Lampung, dengan mengedepankan keseimbangan antara keamanan, penegakan hukum, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan pembangunan sosial yang berkelanjutan.

Artikel FGD PERMAHI Lampung Bahas Kontroversi Tembak di Tempat terhadap Pelaku Begal pertama kali tampil pada Metodik.id.

]]>
https://metodik.id/fgd-permahi-lampung-bahas-kontroversi-tembak-di-tempat-terhadap-pelaku-begal/feed/ 0
Massa Bakar Ponpes di Mesuji Lampung, Dipicu Dugaan Pencabulan https://metodik.id/massa-bakar-ponpes-di-mesuji-lampung-dipicu-dugaan-pencabulan/ https://metodik.id/massa-bakar-ponpes-di-mesuji-lampung-dipicu-dugaan-pencabulan/#respond Mon, 11 May 2026 13:25:47 +0000 https://metodik.id/?p=7798 MESUJI – Aksi main hakim sendiri terjadi di Kabupaten Mesuji, Lampung, setelah ratusan warga yang tersulut emosi nekat membakar bangunan sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) pada Jumat (10/5). Kerusuhan ini diduga kuat dipicu oleh laporan adanya dugaan tindak pencabulan yang dilakukan oleh oknum pengasuh terhadap santriwati di lembaga tersebut. ​Berdasarkan informasi yang dihimpun, massa mulai mendatangi lokasi sejak sore hari. Suasana yang semula tegang berubah menjadi anarkis saat warga mulai merusak fasilitas dan menyulut api ke bangunan pesantren. Kobaran api dengan cepat melahap bagian bangunan yang sebagian besar terdiri dari material yang mudah terbakar. ​Kapolres Mesuji mengonfirmasi bahwa personel gabungan telah dikerahkan ke lokasi untuk meredam kemarahan warga dan mengevakuasi penghuni pondok guna menghindari jatuhnya korban jiwa. ​Dugaan sementara menyebutkan bahwa kemarahan warga meledak setelah salah satu keluarga korban melaporkan adanya tindakan asusila. Kabar tersebut kemudian tersebar luas (viral) di tengah masyarakat, yang kemudian memicu aksi massa sebelum pihak berwenang sempat menuntaskan penyelidikan. ​Pihak kepolisian kini tengah mengambil langkah-langkah strategis: ​Pengamanan TKP: Menempatkan personel di titik-titik rawan untuk mencegah aksi susulan. ​Penyelidikan Ganda: Menyelidiki kebenaran kasus dugaan pencabulan sekaligus mengidentifikasi aktor intelektual di balik aksi pembakaran. ​Imbauan Kamtibmas: Meminta masyarakat tidak terprovokasi isu-isu yang beredar di media sosial dan mempercayakan penanganan […]

Artikel Massa Bakar Ponpes di Mesuji Lampung, Dipicu Dugaan Pencabulan pertama kali tampil pada Metodik.id.

]]>
MESUJI – Aksi main hakim sendiri terjadi di Kabupaten Mesuji, Lampung, setelah ratusan warga yang tersulut emosi nekat membakar bangunan sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) pada Jumat (10/5). Kerusuhan ini diduga kuat dipicu oleh laporan adanya dugaan tindak pencabulan yang dilakukan oleh oknum pengasuh terhadap santriwati di lembaga tersebut.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, massa mulai mendatangi lokasi sejak sore hari. Suasana yang semula tegang berubah menjadi anarkis saat warga mulai merusak fasilitas dan menyulut api ke bangunan pesantren. Kobaran api dengan cepat melahap bagian bangunan yang sebagian besar terdiri dari material yang mudah terbakar.

​Kapolres Mesuji mengonfirmasi bahwa personel gabungan telah dikerahkan ke lokasi untuk meredam kemarahan warga dan mengevakuasi penghuni pondok guna menghindari jatuhnya korban jiwa.

​Dugaan sementara menyebutkan bahwa kemarahan warga meledak setelah salah satu keluarga korban melaporkan adanya tindakan asusila. Kabar tersebut kemudian tersebar luas (viral) di tengah masyarakat, yang kemudian memicu aksi massa sebelum pihak berwenang sempat menuntaskan penyelidikan.

​Pihak kepolisian kini tengah mengambil langkah-langkah strategis:

  • Pengamanan TKP: Menempatkan personel di titik-titik rawan untuk mencegah aksi susulan.
  • Penyelidikan Ganda: Menyelidiki kebenaran kasus dugaan pencabulan sekaligus mengidentifikasi aktor intelektual di balik aksi pembakaran.
  • Imbauan Kamtibmas: Meminta masyarakat tidak terprovokasi isu-isu yang beredar di media sosial dan mempercayakan penanganan kasus sepenuhnya kepada hukum.

​Saat ini, api sudah berhasil dipadamkan, namun puing-puing bangunan masih dipasangi garis polisi (police line). Situasi di sekitar lokasi dilaporkan mulai kondusif meski penjagaan ketat masih dilakukan oleh aparat TNI dan Polri.

​Sejauh ini, polisi belum merinci jumlah total kerugian materiil maupun status hukum dari terduga pelaku pencabulan yang menjadi pemicu kerusuhan tersebut.

Artikel Massa Bakar Ponpes di Mesuji Lampung, Dipicu Dugaan Pencabulan pertama kali tampil pada Metodik.id.

]]>
https://metodik.id/massa-bakar-ponpes-di-mesuji-lampung-dipicu-dugaan-pencabulan/feed/ 0
Jutaan Orang Sudah Kena Tipu Hoaks di TikTok — Ini Cara AI Bisa Menyelamatkanmu https://metodik.id/jutaan-orang-sudah-kena-tipu-hoaks-di-tiktok-ini-cara-ai-bisa-menyelamatkanmu/ https://metodik.id/jutaan-orang-sudah-kena-tipu-hoaks-di-tiktok-ini-cara-ai-bisa-menyelamatkanmu/#respond Sun, 10 May 2026 07:38:20 +0000 https://metodik.id/?p=7688 “Hoaks bukan sekadar berita bohong. Ia bisa merenggut nyawa, menghancurkan keluarga, dan memecah bangsa. Tapi sekarang ada senjata baru yang bisa kita pakai: kecerdasan buatan.” Hoaks Sudah Seperti Wabah — dan Kita Semua dalam Bahaya Bayangkan kamu sedang santai scroll TikTok, lalu muncul video seorang “dokter” yang mengklaim bahwa vaksin tertentu menyebabkan kelumpuhan. Videonya meyakinkan, penyajiannya rapi, komentarnya ribuan. Kamu langsung share ke grup keluarga WhatsApp. Besoknya, adikmu batal vaksin. Itulah bahaya hoaks di era media sosial. Ia tidak datang dengan label “BERITA PALSU” di dahinya. Ia datang menyamar sebagai kebenaran — dan di tangan algoritma TikTok yang dirancang untuk memaksimalkan waktu layar, bukan kebenaran, konten seperti itu bisa menjangkau jutaan orang dalam hitungan jam. Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat ribuan konten hoaks setiap bulannya. Topiknya tidak main-main: mulai dari hoaks kesehatan yang membuat orang menolak pengobatan, hoaks bencana yang memicu kepanikan massal, hingga hoaks politik yang merobek persatuan bangsa. Dan TikTok, dengan format video pendek yang mudah dicerna dan algoritma yang sangat personal, menjadi salah satu “jalan tol” paling berbahaya bagi penyebaran hoaks saat ini. Kenapa TikTok Jadi Ladang Subur Hoaks? TikTok berbeda dari platform lain. Algoritmanya tidak hanya menampilkan konten dari orang yang kamu ikuti — ia […]

Artikel Jutaan Orang Sudah Kena Tipu Hoaks di TikTok — Ini Cara AI Bisa Menyelamatkanmu pertama kali tampil pada Metodik.id.

]]>
“Hoaks bukan sekadar berita bohong. Ia bisa merenggut nyawa, menghancurkan keluarga, dan memecah bangsa. Tapi sekarang ada senjata baru yang bisa kita pakai: kecerdasan buatan.”

Hoaks Sudah Seperti Wabah — dan Kita Semua dalam Bahaya

Bayangkan kamu sedang santai scroll TikTok, lalu muncul video seorang “dokter” yang mengklaim bahwa vaksin tertentu menyebabkan kelumpuhan. Videonya meyakinkan, penyajiannya rapi, komentarnya ribuan. Kamu langsung share ke grup keluarga WhatsApp. Besoknya, adikmu batal vaksin.

Itulah bahaya hoaks di era media sosial. Ia tidak datang dengan label “BERITA PALSU” di dahinya. Ia datang menyamar sebagai kebenaran — dan di tangan algoritma TikTok yang dirancang untuk memaksimalkan waktu layar, bukan kebenaran, konten seperti itu bisa menjangkau jutaan orang dalam hitungan jam.

Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat ribuan konten hoaks setiap bulannya. Topiknya tidak main-main: mulai dari hoaks kesehatan yang membuat orang menolak pengobatan, hoaks bencana yang memicu kepanikan massal, hingga hoaks politik yang merobek persatuan bangsa. Dan TikTok, dengan format video pendek yang mudah dicerna dan algoritma yang sangat personal, menjadi salah satu “jalan tol” paling berbahaya bagi penyebaran hoaks saat ini.

Kenapa TikTok Jadi Ladang Subur Hoaks?

TikTok berbeda dari platform lain. Algoritmanya tidak hanya menampilkan konten dari orang yang kamu ikuti — ia secara aktif mempelajari apa yang membuatmu berhenti menggulir layar, apa yang membuatmu menonton ulang, dan apa yang membuatmu berkomentar. Lalu ia terus menyajikan lebih banyak konten seperti itu.

Konten yang memancing emosi kuat — seperti ketakutan, kemarahan, atau rasa ingin tahu yang mendalam — cenderung menang dalam perlombaan algoritma ini. Hoaks yang dibuat dengan cermat, yang memanfaatkan isu yang sedang panas, yang dikemas seperti konten edukatif atau berita, sering kali mendapat “tiket emas” dari algoritma untuk menyebar ke jutaan penonton.

Ditambah lagi, format video pendek tidak memberikan ruang untuk nuansa dan kompleksitas. Penjelasan yang membutuhkan konteks panjang kalah bersaing dengan klaim sederhana dan sensasional yang bisa disampaikan dalam 15 detik. Dalam pertarungan ini, hoaks hampir selalu menang atas fakta.

Masuk AI: Senjata Baru Melawan Kebohongan

Di sinilah kecerdasan buatan (AI) hadir bukan sebagai musuh, melainkan sebagai sekutu. AI tidak lelah, tidak panik, dan tidak terpengaruh emosi. Ia bisa menganalisis klaim dalam hitungan detik, membandingkan dengan ribuan sumber terpercaya, dan memberikan konteks yang kamu butuhkan sebelum menekan tombol “bagikan.”

Berikut adalah cara-cara nyata yang bisa kamu lakukan hari ini untuk memanfaatkan AI dalam melindungi diri dari hoaks:

Panduan Praktis: Langkah demi Langkah

Misalnya kamu melihat video TikTok yang mengklaim: “Minum air es bisa menyebabkan kanker!” Berikut langkah-langkah menggunakan AI untuk mengeceknya:

Langkah 1 — Jangan langsung share. Tarik napas dulu. Tanyakan pada diri sendiri: apakah video ini memancing rasa takutku? Apakah ada sumber medis yang disebutkan?

Langkah 2 — Buka asisten AI. Ketik pertanyaan: “Apakah ada bukti ilmiah bahwa air es menyebabkan kanker?” AI yang baik akan menjelaskan bahwa tidak ada penelitian peer-reviewed yang mendukung klaim tersebut, sekaligus menjelaskan mengapa mitos ini beredar.

Langkah 3 — Cek platform cek fakta. Kunjungi turnbackhoax.id dan cari kata kunci “air es kanker.” Kemungkinan besar hoaks ini sudah pernah dibantah sebelumnya.

Langkah 4 — Bagikan klarifikasinya, bukan hoaksnya. Jika kamu menemukan penjelasan ilmiah yang benar, bagikan itu kepada orang-orang yang mungkin sudah melihat hoaks tersebut.

AI Punya Keterbatasan — Ini yang Harus Kamu Tahu

AI bukan dewa yang selalu benar. Ada beberapa hal penting yang perlu kamu pahami agar tidak terlalu bergantung padanya:

Pertama, AI punya batas pengetahuan waktu. Beberapa model AI dilatih dengan data hingga tanggal tertentu, sehingga mungkin tidak tahu tentang hoaks yang baru saja viral kemarin. Untuk isu terkini, tetap kombinasikan dengan platform cek fakta yang diperbarui secara real-time.

Kedua, AI bisa terkesan percaya diri meski salah. Jika kamu bertanya sesuatu yang sangat spesifik atau teknis, AI mungkin memberikan jawaban yang terdengar meyakinkan tetapi perlu diverifikasi dengan sumber primer.

Ketiga, gunakan AI sebagai langkah pertama, bukan satu-satunya langkah. Untuk keputusan penting — seperti soal kesehatan — selalu konsultasikan dengan dokter atau profesional yang relevan.

Kita Semua Bisa Jadi Benteng Melawan Hoaks

Perang melawan hoaks bukan hanya tugas pemerintah atau platform media sosial. Setiap orang — dari nenek yang baru belajar pakai smartphone hingga anak muda yang sudah mahir berselancar di dunia maya — punya peran penting.

Dengan memanfaatkan AI secara bijak, kita tidak hanya melindungi diri sendiri. Kita juga melindungi orang-orang yang kita cintai yang mungkin belum tahu cara memverifikasi informasi. Satu orang yang paham cek fakta bisa menyelamatkan satu keluarga dari mempercayai hoaks berbahaya.

Jadi lain kali kamu hendak menekan tombol “bagikan” setelah melihat konten mengejutkan di TikTok — berhenti sejenak, buka AI favoritmu, dan tanyakan: “Benarkah ini?”

Tiga detik itu bisa mengubah segalanya.(Bay)

Artikel Jutaan Orang Sudah Kena Tipu Hoaks di TikTok — Ini Cara AI Bisa Menyelamatkanmu pertama kali tampil pada Metodik.id.

]]>
https://metodik.id/jutaan-orang-sudah-kena-tipu-hoaks-di-tiktok-ini-cara-ai-bisa-menyelamatkanmu/feed/ 0
Anggota Polda Lampung Tertembak di Kepala Saat Hendak Gagalkan Pencurian Motor https://metodik.id/anggota-polda-lampung-tertembak-di-kepala-saat-hendak-gagalkan-pencurian-motor/ https://metodik.id/anggota-polda-lampung-tertembak-di-kepala-saat-hendak-gagalkan-pencurian-motor/#respond Sat, 09 May 2026 10:56:24 +0000 https://metodik.id/?p=7750 METODIK.ID, Bandarlampung — Seorang anggota Polri mengalami luka tembak serius diduga dilakukan oleh pelaku pencurian sepeda motor di kawasan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026) pagi. Peristiwa terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di Toko Yuzi Akmal, Jalan ZA Pagaralam, Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu. Korban diketahui bernama Arya Supena, lahir di Mulyosari pada 13 Maret 1994. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban datang ke lokasi menggunakan sepeda motor Honda Beat Street warna hitam bernomor polisi BG 6138 ACY. Saat tiba di lokasi, korban melihat dua orang pria mencurigakan, di mana salah satu pelaku diduga sedang merusak kunci stang sepeda motor Honda Beat warna biru putih BE 2826 NBM milik salah satu karyawan toko. Korban kemudian menegur pelaku. Namun, salah satu pelaku langsung mengeluarkan senjata api dan menembak ke arah korban. Tembakan tersebut mengenai bagian kepala sebelah kanan dan tembus ke sisi kiri kepala korban. Usai melakukan penembakan, pelaku sempat menjatuhkan senjata api saat hendak melarikan diri. Senjata tersebut kemudian diambil kembali sebelum pelaku kabur berboncengan dengan rekannya. Dalam pelariannya, pelaku juga sempat menodongkan senjata api ke arah seorang tukang sapu di lokasi kejadian. Adapun saksi dalam kejadian tersebut yakni Taufik (46), Andri Perdinan (45), serta Nuraini Maya (27), yang […]

Artikel Anggota Polda Lampung Tertembak di Kepala Saat Hendak Gagalkan Pencurian Motor pertama kali tampil pada Metodik.id.

]]>
METODIK.ID, Bandarlampung — Seorang anggota Polri mengalami luka tembak serius diduga dilakukan oleh pelaku pencurian sepeda motor di kawasan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026) pagi.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di Toko Yuzi Akmal, Jalan ZA Pagaralam, Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu. Korban diketahui bernama Arya Supena, lahir di Mulyosari pada 13 Maret 1994.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban datang ke lokasi menggunakan sepeda motor Honda Beat Street warna hitam bernomor polisi BG 6138 ACY. Saat tiba di lokasi, korban melihat dua orang pria mencurigakan, di mana salah satu pelaku diduga sedang merusak kunci stang sepeda motor Honda Beat warna biru putih BE 2826 NBM milik salah satu karyawan toko.

Korban kemudian menegur pelaku. Namun, salah satu pelaku langsung mengeluarkan senjata api dan menembak ke arah korban. Tembakan tersebut mengenai bagian kepala sebelah kanan dan tembus ke sisi kiri kepala korban.

Usai melakukan penembakan, pelaku sempat menjatuhkan senjata api saat hendak melarikan diri. Senjata tersebut kemudian diambil kembali sebelum pelaku kabur berboncengan dengan rekannya. Dalam pelariannya, pelaku juga sempat menodongkan senjata api ke arah seorang tukang sapu di lokasi kejadian.

Adapun saksi dalam kejadian tersebut yakni Taufik (46), Andri Perdinan (45), serta Nuraini Maya (27), yang merupakan pemilik sepeda motor yang diduga hendak dicuri pelaku.

Barang bukti yang diamankan antara lain satu buah kunci T, satu unit sepeda motor yang diduga menjadi target pencurian, satu unit sepeda motor milik korban, serta satu unit telepon genggam milik korban.

Saat ini korban dalam kondisi kritis dan tengah menjalani penanganan medis di RS Bhayangkara Polda Lampung.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan di sekitar lokasi guna mengungkap identitas serta keberadaan pelaku penembakan.

Artikel Anggota Polda Lampung Tertembak di Kepala Saat Hendak Gagalkan Pencurian Motor pertama kali tampil pada Metodik.id.

]]>
https://metodik.id/anggota-polda-lampung-tertembak-di-kepala-saat-hendak-gagalkan-pencurian-motor/feed/ 0