Evaluasi Desaku Maju 2025, Pemprov Lampung Siapkan Strategi Penguatan Hilirisasi Desa

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 19:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memimpin secara langsung rapat Evaluasi Tahun 2025 dan Rencana Tahun 2026 Program Desaku Maju: Pembangunan Ekosistem Ekonomi Desa, yang dilaksanakan di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Selasa (7/4/2026). Rapat strategis ini digelar guna mengukur efektivitas hilirisasi desa, ketahanan pangan, dan merancang perbaikan secara menyeluruh.

Wagub Jihan menegaskan evaluasi wajib dilakukan agar program tetap berjalan sesuai target (on the track) dan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian lokal. Kebijakan ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 dan diperkuat oleh landasan hukum Peraturan Gubernur Lampung Nomor 52 Tahun 2025.

“Kita breakdown satu per satu siapa yang melakukan leading sector pada programnya masing-masing agar output-nya tercapai,” ujar Wagub.

Pilar penyangga utama program ini bertumpu pada penyediaan Pupuk Organik Cair (POC) dan hilirisasi mesin pengering hasil panen (bed dryer). Sepanjang 2025, POC telah menjangkau 500 titik sawah dan sukses mendongkrak produktivitas panen petani. Untuk memperkuat sisi hilir, sebanyak 34 unit bed dryer telah didistribusikan tahun lalu dan ditargetkan akan terpasang menjadi 82 unit pada evaluasi keberlanjutan tahun 2026.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Perkuat Langkah Nyata Jaga Stabilitas Harga Pangan

Berdasarkan pemetaan Pemprov Lampung, operasional bed dryer pada tahun lalu masih menemui kendala keterbatasan manajemen usaha hingga masalah teknis seperti dinamo terbakar. Sebagai solusi pada tahun 2026, pemerintah akan memonitor ketat 82 unit mesin tersebut berbasis bukti (evidence-based policy) dan mulai mengintegrasikan sistem pembiayaan lewat Dana Desa maupun BUMDes.

Adapun untuk program POC yang sempat bergantung pada suplai bahan baku dari luar, kini direformulasi agar petani mampu memproduksi secara mandiri lewat pendampingan sekolah lapang.

Upaya perbaikan teknologi ini turut ditopang oleh program pelatihan vokasi ketenagakerjaan yang telah menyasar 928 penduduk usia produktif pada 2025. Memasuki tahun 2026, pelatihan ini akan difokuskan untuk 528 peserta yang tersebar di 33 desa.

Wagub Jihan menyebut lulusan vokasi tidak sekadar diberi keahlian, namun diproyeksikan agar terintegrasi secara holistik untuk menangani kendala operasional ekosistem Desaku Maju, seperti keahlian operator dan las mekanik.

Adapun, Keberhasilan kolaborasi antarpilar ini telah dibuktikan di Desa Wonomarto, Lampung Utara, yang berhasil mengolah gabah dari bed dryer hingga mengembangkan inovasi pembuatan pakan ternak. Guna mereplikasi kesuksesan tersebut, Pemprov Lampung mengusulkan 10 desa tambahan sebagai percontohan (pilot project) pembangunan potensi desa di 2026, di antaranya Desa Negara Ratu di Natar, Bumi Restu di Palas, dan Gedung Boga di Way Serdang.

Baca Juga :  Pemprov Lampung–Kodam XXI/Raden Intan Tingkatkan Kapasitas Bersama di Bidang Komunikasi Publik

Untuk menjaga keberlanjutan dan ketepatan koordinasi hingga akhir periode, Gubernur Lampung telah menerbitkan keputusan pembentukan Tim Koordinasi Desaku Maju Tahun 2025-2029 yang operasionalnya ditanggungjawabi langsung oleh Sekretaris Daerah.

Tim ini digerakkan melalui lima Kelompok Kerja (Pokja) spesifik, yaitu Pokja Ekonomi & Kelembagaan Desa, Pokja SDM, Pokja Hilirisasi & Industrialisasi, Pokja Humas & Publikasi, dan diurus oleh Kesekretariatan khusus.

Sinergi terpadu dari Desa Kumaju ditargetkan berdampak langsung pada penanggulangan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan ekonomi masyarakat luas. Melalui dorongan hilirisasi yang masif dan peningkatan produktivitas dari hulu ke hilir, petani tidak lagi menjual bahan mentah melainkan produk yang telah memiliki nilai tambah tinggi. Kebijakan ini diharapkan bermuara pada kemandirian total BUMDes serta ketahanan ekonomi bagi seluruh warga Provinsi Lampung.

Follow WhatsApp Channel metodik.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Kunjung Ditemui, Demonstran Lampung Bentrok dengan Petugas Kementerian Imipas
FAGAS Lampung “Bongkar Aib” Pengelolaan Anggaran Dinas PUPR Pringsewu
JPSI Seret Dugaan Skandal KI dan KPID ke APH
Dominasi Penyedia di BPBJ Tanggamus, FAGAS: Sarat Pengondisian
FAGAS Bongkar Pola Janggal Belanja Sekwan Pringsewu
Kasus Diskominfo Lamsel Bergulir, FAGAS Ungkap Pola Janggal Belanja Rp 12 Miliar 
Perkuat Peran Satlinmas, Bandar Lampung Jadi Tuan Rumah Kemah Bhakti Satya Linmas
FAGAS Bongkar Dugaan Pengondisian Penyedia di Bagian Umum Setda Pringsewu
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Tak Kunjung Ditemui, Demonstran Lampung Bentrok dengan Petugas Kementerian Imipas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:12 WIB

FAGAS Lampung “Bongkar Aib” Pengelolaan Anggaran Dinas PUPR Pringsewu

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:41 WIB

JPSI Seret Dugaan Skandal KI dan KPID ke APH

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Dominasi Penyedia di BPBJ Tanggamus, FAGAS: Sarat Pengondisian

Rabu, 30 September 2026 - 11:26 WIB

FAGAS Bongkar Pola Janggal Belanja Sekwan Pringsewu

Berita Terbaru