Massa Bakar Ponpes di Mesuji Lampung, Dipicu Dugaan Pencabulan

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 13:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MESUJI – Aksi main hakim sendiri terjadi di Kabupaten Mesuji, Lampung, setelah ratusan warga yang tersulut emosi nekat membakar bangunan sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) pada Jumat (10/5). Kerusuhan ini diduga kuat dipicu oleh laporan adanya dugaan tindak pencabulan yang dilakukan oleh oknum pengasuh terhadap santriwati di lembaga tersebut.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, massa mulai mendatangi lokasi sejak sore hari. Suasana yang semula tegang berubah menjadi anarkis saat warga mulai merusak fasilitas dan menyulut api ke bangunan pesantren. Kobaran api dengan cepat melahap bagian bangunan yang sebagian besar terdiri dari material yang mudah terbakar.

Baca Juga :  Tuntutan Diterima, ALAM BAKA Kawal Janji Ditjen Perkebunan Turun ke Lampung

​Kapolres Mesuji mengonfirmasi bahwa personel gabungan telah dikerahkan ke lokasi untuk meredam kemarahan warga dan mengevakuasi penghuni pondok guna menghindari jatuhnya korban jiwa.

​Dugaan sementara menyebutkan bahwa kemarahan warga meledak setelah salah satu keluarga korban melaporkan adanya tindakan asusila. Kabar tersebut kemudian tersebar luas (viral) di tengah masyarakat, yang kemudian memicu aksi massa sebelum pihak berwenang sempat menuntaskan penyelidikan.

​Pihak kepolisian kini tengah mengambil langkah-langkah strategis:

  • ​Pengamanan TKP: Menempatkan personel di titik-titik rawan untuk mencegah aksi susulan.
  • ​Penyelidikan Ganda: Menyelidiki kebenaran kasus dugaan pencabulan sekaligus mengidentifikasi aktor intelektual di balik aksi pembakaran.
  • ​Imbauan Kamtibmas: Meminta masyarakat tidak terprovokasi isu-isu yang beredar di media sosial dan mempercayakan penanganan kasus sepenuhnya kepada hukum.
Baca Juga :  Proyeksi IHSG Pekan Depan: Koreksi Terbatas atau Rebound? Cek Rekomendasi Sahamnya

​Saat ini, api sudah berhasil dipadamkan, namun puing-puing bangunan masih dipasangi garis polisi (police line). Situasi di sekitar lokasi dilaporkan mulai kondusif meski penjagaan ketat masih dilakukan oleh aparat TNI dan Polri.

​Sejauh ini, polisi belum merinci jumlah total kerugian materiil maupun status hukum dari terduga pelaku pencabulan yang menjadi pemicu kerusuhan tersebut.

Follow WhatsApp Channel metodik.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keluar dari GSG Mahasiswa FP Unila Dikeroyok, Korban Lapor Polisi
8 Desa Laporkan Mafia Tanah, YLBHI-LBH Bandar Lampung: Usut Aktor Intelektual
Kronologis Polemik Pengambilalihan Dapur SPPG Pesawaran Kedondong Pasar Baru 2
Setelah 3 Tahun, Nuryadin Akhirnya Terima SP3
Bongkar Akar Masalah, FAGAS Soroti Dugaan Permainan Anggaran di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandar Lampung
Persoalan Register 44, FORMAL: Negara Wajib Hadir
Bersitegang, Massa ALAMBAKA Kunci Pagar Tantang PTPN I Regional 7 “Buka-bukaan” Soal HGU
Waspadai Tekanan Atas Nama Petani Register 44, ALAMBAKA Minta Kejagung Tak Berkompromi
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:06 WIB

Keluar dari GSG Mahasiswa FP Unila Dikeroyok, Korban Lapor Polisi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:50 WIB

8 Desa Laporkan Mafia Tanah, YLBHI-LBH Bandar Lampung: Usut Aktor Intelektual

Selasa, 29 September 2026 - 14:58 WIB

Kronologis Polemik Pengambilalihan Dapur SPPG Pesawaran Kedondong Pasar Baru 2

Selasa, 15 September 2026 - 15:17 WIB

Setelah 3 Tahun, Nuryadin Akhirnya Terima SP3

Selasa, 15 September 2026 - 14:10 WIB

Bongkar Akar Masalah, FAGAS Soroti Dugaan Permainan Anggaran di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandar Lampung

Berita Terbaru

Sosial Budaya

Ihsan C25 Pegang Nahkoda Sebagai Pengendali Air Perumahan DLR5

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:06 WIB