Gubernur Lampung Sambut Baik Inisiatif Bakrie Center Foundation untuk Memperkuat BUMDes

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

METODIK.ID, BANDARLAMPUNG —– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut baik inisiatif Bakrie Center Foundation (BCF) untuk memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penggerak ekonomi desa melalui program peningkatan daya saing dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Inisiatif BCF ini sejalan dengan Program Desaku Maju yang saat ini tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Lampung.

Hal tersebut tersebut mengemuka dalam rapat kemitraan strategis peningkatan daya saing desa yang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Bandarlampung, Kamis (4/6/2026).

Dalam paparannya, CEO BCF Jimmy Muhammad Rifai Gani menjelaskan bahwa Bakrie Center Foundation selama ini berfokus pada pengembangan kepemimpinan generasi muda melalui program beasiswa, penguatan kapasitas pemuda, hingga program Campus Leaders Program yang telah menjangkau lebih dari 1.000 peserta di berbagai daerah.

Ia juga mengungkapkan bahwa BCF tengah mengembangkan program baru yang berorientasi pada penguatan ekonomi desa melalui peningkatan kapasitas BUMDes.

Program tersebut menggabungkan pendekatan pengembangan kepemimpinan, pendampingan usaha desa, serta metode pengukuran daya saing yang dikembangkan melalui Village-Owned Enterprise Competitiveness Index (VECI).

“Kami melihat BUMDes memiliki potensi luar biasa untuk menjadi penggerak ekonomi lokal. Yang kami dorong bukan hanya penguatan kelembagaan, tetapi bagaimana BUMDes mampu naik kelas, memiliki daya saing, dan masuk ke rantai nilai yang lebih luas,” ujarnya.

BCF sendiri menawarkan program percontohan selama enam bulan dengan menempatkan tiga tenaga pendamping di setiap desa sasaran, terdiri dari dua lulusan perguruan tinggi dan satu pemuda lokal yang akan mendapatkan pelatihan intensif sebagai konsultan pengembangan desa.

Baca Juga :  Kepung Kejagung RI, ALAM BAKA Desak Tetapkan Tersangka Kasus Mafia Tanah dan Korupsi di Lampung

Menurut Jimmy, program tersebut telah mendapatkan dukungan pendanaan dari Pupuk Indonesia dan akan dilaksanakan terlebih dahulu pada tiga lokasi pilot project nasional dan salah satu lokasi yang diprioritaskan adalah Lampung.

“Kami ingin memulai dari Lampung karena ekosistemnya sangat mendukung. Lampung memiliki potensi pertanian yang besar, dukungan pemerintah daerah yang kuat, dan kedekatan dengan berbagai mitra strategis,”ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Mirza menilai tantangan utama pembangunan desa saat ini bukan hanya produksi komoditas, tetapi bagaimana menciptakan nilai tambah, memperkuat kelembagaan desa, dan membangun rantai pasok yang mampu menghubungkan potensi desa dengan pasar yang sudah tersedia.

“Kita memiliki ribuan BUMDes, tetapi yang benar-benar tumbuh dan menghasilkan masih sangat sedikit. Karena itu, kita membutuhkan model yang bisa direplikasi, sebuah playbook yang mampu menjadikan BUMDes sebagai operator ekonomi desa,” ujarnya.

Gubernur Mirza menjelaskan bahwa Lampung saat ini sedang mendorong pembangunan ekosistem ekonomi desa berbasis komoditas unggulan seperti jagung, padi, singkong, kopi, kakao dan kelapa melalui berbagai intervensi seperti pembangunan bed dryer, pelatihan vokasi, pengembangan industri pengolahan hasil pertanian, hingga peningkatan kapasitas pemuda desa.

Menurutnya, keberadaan BUMDes menjadi kunci dalam mengoperasikan berbagai fasilitas ekonomi desa tersebut agar mampu memberikan nilai tambah langsung bagi masyarakat.

Baca Juga :  Audiensi dengan Polda Lampung, Pagar Nusa Ajak Santri dan Pendekar Jaga Kamtibmas

“Program yang ditawarkan Bakrie Center Foundation sangat relevan karena salah satu kebutuhan utama kami saat ini adalah penguatan kelembagaan BUMDes. Infrastruktur dan program pengembangan ekonomi desa sudah berjalan, tinggal bagaimana BUMDes menjadi pengelola yang profesional,”ungkapnya.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Mirza juga memaparkan sejumlah capaian Program Desaku Maju yang telah diterapkan di puluhan desa, termasuk peningkatan nilai tambah hasil pertanian melalui pengeringan jagung dan gabah, pengembangan pakan ternak berbasis desa, hingga produksi tepung mocaf sebagai substitusi tepung terigu yang mulai digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Provinsi Lampung dan Bakrie Center Foundation sepakat untuk melakukan identifikasi desa dan BUMDes potensial yang akan menjadi lokasi percontohan.

Program direncanakan mulai berjalan pada semester kedua tahun ini dengan target menghasilkan model pengembangan BUMDes yang dapat direplikasi di berbagai daerah.

Gubernur Mirza berharap kerja sama tersebut dapat menjadi langkah awal lahirnya model pemberdayaan desa yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai contoh nasional dalam pembangunan ekonomi berbasis desa.

“Kalau model ini berhasil, Lampung bisa menjadi role model nasional. Desa-desa kita tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah dan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel metodik.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FAGAS Lampung “Bongkar Aib” Pengelolaan Anggaran Dinas PUPR Pringsewu
JPSI Seret Dugaan Skandal KI dan KPID ke APH
Dominasi Penyedia di BPBJ Tanggamus, FAGAS: Sarat Pengondisian
FAGAS Bongkar Pola Janggal Belanja Sekwan Pringsewu
Kasus Diskominfo Lamsel Bergulir, FAGAS Ungkap Pola Janggal Belanja Rp 12 Miliar 
Perkuat Peran Satlinmas, Bandar Lampung Jadi Tuan Rumah Kemah Bhakti Satya Linmas
FAGAS Bongkar Dugaan Pengondisian Penyedia di Bagian Umum Setda Pringsewu
BPK Soroti Anggaran BPBD Lampung, Rp4,1 Miliar Jadi Temuan
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:12 WIB

FAGAS Lampung “Bongkar Aib” Pengelolaan Anggaran Dinas PUPR Pringsewu

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:41 WIB

JPSI Seret Dugaan Skandal KI dan KPID ke APH

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Dominasi Penyedia di BPBJ Tanggamus, FAGAS: Sarat Pengondisian

Rabu, 30 September 2026 - 11:26 WIB

FAGAS Bongkar Pola Janggal Belanja Sekwan Pringsewu

Jumat, 25 September 2026 - 20:09 WIB

Kasus Diskominfo Lamsel Bergulir, FAGAS Ungkap Pola Janggal Belanja Rp 12 Miliar 

Berita Terbaru