Lampung Siap Jadi Kekuatan Pangan Nasional, Gubernur Libatkan ISPI Perkuat Sektor Peternakan

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengajak Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Provinsi Lampung menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat hilirisasi sektor peternakan guna mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Pelantikan Pengurus Wilayah ISPI Provinsi Lampung Periode 2026–2031 yang dirangkai dengan diskusi interaktif bertema ‘Hilirisasi Peternakan Menuju Ketahanan Pangan Lampung dalam Mendukung Program Strategis Nasional’ di Ballroom Aston Hotel, Sabtu (09/05/2026). Gubernur dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan pengurus ISPI Provinsi Lampung Periode 2026-2031.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus ISPI Provinsi Lampung yang baru saja dilantik. Saya berharap kepengurusan ini tidak hanya menjadi wadah profesi insinyur dan sarjana peternakan, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun peternakan Lampung yang lebih maju, modern, mandiri, dan berdaya saing,”ujar Gubernur.

Menurut Gubernur, sektor peternakan memiliki posisi strategis dalam menopang pembangunan ekonomi Lampung. Dengan luas lahan mencapai 3,3 juta hektare dan mayoritas masyarakat bergantung pada sektor pertanian beserta turunannya, Lampung dinilai memiliki potensi besar menjadi kekuatan pangan nasional.

“Sekitar 60 persen masyarakat Lampung bergantung pada sektor pertanian. Banyaknya komoditas pertanian menjadikan ketersediaan pakan melimpah dan mendorong investasi di sektor peternakan terus tumbuh,” katanya.

Baca Juga :  Antisipasi Dampak Kemarau dan Abu Vulkani, Pemprov Lampung Ajak Warga Gelar Salat Minta Hujan

Gubernur menjelaskan, Lampung saat ini menjadi salah satu daerah penghasil ternak terbesar di Indonesia, mulai dari sapi, kambing, hingga ayam petelur dan pedaging. Namun demikian, ia menilai sektor tersebut masih perlu diperkuat melalui hilirisasi dan pembenahan tata niaga agar nilai tambah ekonomi dapat dinikmati masyarakat di daerah. Ia menyoroti masih tingginya biaya distribusi akibat sistem rantai pasok yang belum efisien, terutama dalam distribusi jagung sebagai bahan baku pakan ternak.

“Jagung dari berbagai daerah di Lampung dibawa dalam kondisi basah ke Lampung Selatan untuk dikeringkan, lalu hasil pakannya dikirim kembali ke daerah-daerah. Ini membuat biaya tinggi dan membebani petani. Karena itu, ke depan kita akan membangun sistem pengeringan jagung di desa-desa agar hilirisasi bisa dilakukan langsung di daerah,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Lampung menjalankan Program Desaku Maju dengan membangun dryer atau pengering jagung di desa-desa sentra produksi. Tahun ini, Pemprov menargetkan distribusi hampir 200 unit dryer dan akan ditingkatkan menjadi 500 unit pada 2027-2028 di setiap desa

Menurut Gubernur, keberadaan dryer desa akan membuka peluang lahirnya industri pakan ternak berbasis UMKM, menekan biaya produksi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.

“Kita ingin pakan murah berbasis bahan baku lokal. Limbah pertanian bisa dimanfaatkan menjadi pakan ternak. Kalau ini berhasil diduplikasi di ratusan desa, maka pertumbuhan ekonomi akan bergerak lebih cepat,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Buka Ruang Kolaborasi, Mahasiswa Didorong Aktif Tentukan Arah Pembangunan

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menegaskan pentingnya peningkatan konsumsi protein masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Ia menyebut, meski Lampung menjadi salah satu daerah pemasok protein nasional, tingkat konsumsi protein masyarakat Lampung masih berada di bawah rata-rata nasional. Oleh sebab itu, ia meminta ISPI turut membantu pemerintah meningkatkan kualitas SDM melalui penguatan sektor peternakan. “Protein itu bukan hanya soal pangan, tapi investasi kualitas SDM. Kita ingin anak-anak Lampung tumbuh sehat, cerdas, dan produktif,” katanya.

Selain itu, Gubernur mengajak ISPI untuk aktif mendukung riset dan inovasi peternakan, mulai dari pengembangan pakan lokal, pengolahan hasil peternakan, hingga pendampingan teknologi kepada peternak.

“ISPI harus menjadi mitra ilmiah pemerintah daerah, membantu pemetaan potensi ternak, mendampingi peternak dalam teknologi budidaya dan pengolahan, menjaga mutu keamanan pangan dan standar halal, serta menjadi motor inovasi peternakan Lampung,” tegasnya. Diakhir, Gubernur mengajak seluruh elemen, termasuk ISPI, untuk bersama-sama membangun Lampung melalui sektor pertanian dan peternakan yang berkelanjutan.

“Mari sama-sama kita bermitra dan menjadi partner strategis untuk menumbuhkan ekonomi Lampung agar lebih baik ke depan demi masa depan anak dan cucu kita,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel metodik.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Kunjung Ditemui, Demonstran Lampung Bentrok dengan Petugas Kementerian Imipas
FAGAS Lampung “Bongkar Aib” Pengelolaan Anggaran Dinas PUPR Pringsewu
JPSI Seret Dugaan Skandal KI dan KPID ke APH
Dominasi Penyedia di BPBJ Tanggamus, FAGAS: Sarat Pengondisian
FAGAS Bongkar Pola Janggal Belanja Sekwan Pringsewu
Kasus Diskominfo Lamsel Bergulir, FAGAS Ungkap Pola Janggal Belanja Rp 12 Miliar 
Perkuat Peran Satlinmas, Bandar Lampung Jadi Tuan Rumah Kemah Bhakti Satya Linmas
FAGAS Bongkar Dugaan Pengondisian Penyedia di Bagian Umum Setda Pringsewu
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Tak Kunjung Ditemui, Demonstran Lampung Bentrok dengan Petugas Kementerian Imipas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:12 WIB

FAGAS Lampung “Bongkar Aib” Pengelolaan Anggaran Dinas PUPR Pringsewu

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:41 WIB

JPSI Seret Dugaan Skandal KI dan KPID ke APH

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Dominasi Penyedia di BPBJ Tanggamus, FAGAS: Sarat Pengondisian

Rabu, 30 September 2026 - 11:26 WIB

FAGAS Bongkar Pola Janggal Belanja Sekwan Pringsewu

Berita Terbaru