
METODIK.ID, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mulai menyiapkan dukungan anggaran untuk mempercepat pengembangan Kampung Adat Marga Teluk Betung di Negeri Olok Gading sebagai destinasi wisata budaya.
Bantuan yang disiapkan mencapai Rp2.5 miliar dan akan direalisasikan secara bertahap, disertai penyediaan dua kendaraan operasional.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana usai mendampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau kawasan Kampung Adat Marga Teluk Betung, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kamis, 25 Juni 2026.
Menurut Eva, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap upaya pelestarian budaya yang kini mulai dikembangkan menjadi salah satu tujuan wisata di Kota Bandar Lampung.
Ia menjelaskan, dana yang disiapkan akan disalurkan kepada pengelola dan pemilik rumah adat guna menunjang pengembangan kawasan sekaligus menjaga kelestarian adat yang masih dipertahankan masyarakat setempat.
“Kami berharap bantuan ini bisa memberikan manfaat besar. Apalagi kawasan ini sudah ditetapkan sebagai kampung wisata, sehingga menjadi kebanggaan baru bagi Bandar Lampung,” ujar Eva, Jumat, 26 Juni 2026.
Bunda Eva mengatakan pengalokasian anggaran tidak dilakukan sekaligus.
Pada perubahan APBD tahun ini, Pemkot Bandar Lampung akan menganggarkan Rp500 juta. Selanjutnya, pada APBD 2027 akan dialokasikan tambahan anggaran sebesar Rp2 miliar sehingga total bantuan mencapai Rp2.5 miliar.
Selain dana pembangunan, Pemkot Bandar Lampung juga akan memberikan dua unit mobil operasional untuk menunjang aktivitas pengelolaan kawasan wisata budaya.
Satu kendaraan akan diperuntukkan bagi Kampung Adat Marga Teluk Betung di Negeri Olok Gading, sedangkan satu unit lainnya akan diserahkan untuk kawasan Kuripan.
“Nanti di perubahan anggaran kita siapkan Rp500 juta, kemudian tahun 2027 kita anggarkan Rp2 miliar dan dua unit mobil operasional. Untuk Olok Gading satu unit dan Kuripan satu unit. Pak Gubernur juga menyampaikan akan ikut memberikan dukungan,” ungkapnya.
Selain itu, dirinya mengungkapkan jika Pemerintah Kota Bandar Lampung siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung agar pengembangan desa wisata budaya tersebut berjalan maksimal dan mampu menarik lebih banyak wisatawan.

Tidak ada komentar