METODIK.ID, Bandar Lampung – Kekeringan berkepanjangan yang melanda Lampung, diperparah sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau, mendorong Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah spiritual. Rencananya, Salat Istisqa dan doa bersama akan digelar untuk memohon turunnya hujan.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah lebih dulu menyerukan pelaksanaan salat tersebut kepada masyarakat.
Kegiatan dijadwalkan berlangsung Kamis, 10 September 2026, pukul 09.00 WIB, bertempat di Lapangan Korpri, kompleks Pemerintah Provinsi Lampung. Jihan mengungkapkan harapannya agar seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan umat Muslim se-Lampung, turut ambil bagian dalam ibadah ini. Bagi yang berhalangan datang langsung ke lokasi, ia menyebut pelaksanaan salat tetap bisa dilakukan secara mandiri di kediaman masing-masing.
Di luar agenda keagamaan, Pemprov Lampung disebut tetap menjalankan pemantauan intensif terhadap perkembangan Gunung Anak Krakatau bersama instansi terkait, guna memastikan respons cepat atas setiap perubahan kondisi di lapangan.
Jihan turut menghimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap waspada. Ia menekankan pentingnya kekompakan warga dalam menyaring informasi, dengan hanya mempercayai kabar dari sumber-sumber resmi terkait kondisi bencana.
Sebagai langkah kesiapsiagaan tambahan, warga juga diminta menyiapkan tas siaga bencana yang mudah dijangkau di rumah, sehingga dapat segera dibawa jika sewaktu-waktu diperlukan dalam situasi darurat. (Red)













Komentar