METODIK.ID, Jombang — Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Raden Intan Lampung yang juga menjabat Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung, Prof. Dr. Safari Daud, M.Sos.I, menyampaikan ucapan selamat dan doa atas digelarnya Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Perhelatan akbar ini berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026, bertepatan dengan 14–18 Rabiul Awal 1448 Hijriah.
Dalam pernyataannya, Prof. Dr. Safari Daud berharap gelaran lima tahunan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini mampu menjadi momentum penting bagi penguatan ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat. Ia juga menggarisbawahi pentingnya menjaga persatuan bangsa serta menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas, baik bagi umat maupun negara.
“Semoga Muktamar ke-35 NU menjadi momentum memperkuat ukhuwah, menjaga persatuan, dan menghadirkan kemaslahatan bagi umat serta bangsa Indonesia,” ujarnya menjelang pembukaan acara.
Lebih jauh, ia menilai NU sebagai organisasi keagamaan tertua dan terbesar di Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga moderasi beragama sekaligus merawat nilai-nilai kebangsaan. Ia berharap hasil Muktamar dapat melahirkan sosok kepemimpinan yang mampu membawa NU semakin adaptif menjawab tantangan zaman, tanpa harus kehilangan akar tradisi keislaman ala Nusantara yang selama ini menjadi ciri khasnya.
“UIN Raden Intan Lampung sebagai bagian dari keluarga besar perguruan tinggi keagamaan Islam negeri turut mendoakan agar seluruh rangkaian Muktamar berjalan lancar, aman, dan menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa kemaslahatan bagi umat,” tambahnya.
Muktamar ke-35 NU merupakan agenda lima tahunan yang menjadi forum tertinggi organisasi untuk membahas berbagai isu keagamaan, sosial, dan kebangsaan, sekaligus menentukan arah kepemimpinan NU ke depan. Berdasarkan jadwal rangkaian kegiatan berlangsung selama enam hari, mulai 26 hingga 31 Agustus 2026, dengan agenda utama mencakup sidang pleno, pembahasan masalah-masalah keagamaan (bahtsul masail), hingga penetapan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031.
Penyelenggaraan Muktamar di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang sebagai salah satu pesantren bersejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan lahirnya NU dinilai memiliki makna simbolis tersendiri bagi kalangan Nahdliyin. Panitia telah mempersiapkan penyelenggaraan ini untuk menampung ribuan peserta dari unsur Pengurus Wilayah (PWNU), Pengurus Cabang (PCNU), dan Pengurus Cabang Istimewa (PCINU) dari seluruh Indonesia.
Sinergi Perguruan Tinggi Keagamaan dan Ormas Islam
Ucapan selamat dari Wakil Rektor II UIN Raden Intan Lampung ini turut mencerminkan sinergi antara perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dengan organisasi masyarakat Islam dalam mendukung agenda-agenda strategis keumatan di Indonesia. Menurut Prof. Dr. Safari Daud, kampus dan ormas keagamaan sejatinya memiliki tujuan yang sama, yakni mencerdaskan umat sekaligus menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman bangsa.
“Perguruan tinggi keagamaan dan ormas Islam seperti NU adalah dua pilar yang saling melengkapi. Kampus berperan mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak, sementara NU berperan besar dalam pembinaan umat di akar rumput. Sinergi keduanya sangat penting bagi masa depan bangsa,” ujarnya.
Dukungan semacam ini menegaskan peran perguruan tinggi keagamaan sebagai mitra strategis ormas-ormas Islam dalam menjaga stabilitas sosial-keagamaan sekaligus mendorong kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Dengan berlangsungnya Muktamar ke-35 ini, masyarakat menantikan hasil-hasil keputusan strategis NU, baik dalam aspek kepemimpinan organisasi maupun rekomendasi kebijakan keagamaan dan kebangsaan, yang diharapkan dapat memberi dampak positif bagi kehidupan umat dan negara ke depan. (Red)













Komentar