Bakal Ada Kenaikan Suku Bunga gara-gara Konflik Iran, Harga Emas Langsung Merosot

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Metodik – Laju harga emas merosot ke level terendahnya dalam dua bulan terakhir pada perdagangan Rabu (27/5/2026). Pasar yang mulanya optimistis kini mulai realistis akibat konflik di Timur Tengah yang berlarut-larut, hingga memicu ekspektasi pengetatan kebijakan moneter demi meredam inflasi.

Di pasar spot, harga sang logam mulia terkoreksi 1,14 persen ke posisi USD4.456,12 per troy ons. Angka ini merupakan yang terendah sejak akhir Maret lalu.

“Faktor Timur Tengah masih mendominasi pergerakan. Sisa-sisa optimisme pasar perlahan menguap seiring ketidakpastian konflik yang terus memanjang,” ungkap Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist di Zaner Metals, seperti dikutip dari Reuters.

Grant menilai, mandeknya resolusi konflik berisiko menyulut ekskalasi inflasi global.

Baca Juga :  Berawal dari Rental PlayStation, Ria Meilani Sukses Kembangkan Usaha Sembako Bersama BRI Unit Sumur Batu

Selat Hormuz dan Tekanan Makroekonomi

Emas terus berada di bawah tekanan sejak ketegangan militer antara poros AS-Israel dan Iran pecah. Tergantungnya aktivitas di Selat Hormuz sempat melambungkan harga minyak mentah Brent, yang langsung berimbas pada kecemasan inflasi dan memicu spekulasi kenaikan suku bunga acuan.

Sebenarnya, emas sempat menahan koreksi setelah media pemerintah Iran melaporkan adanya kesepakatan tentatif dengan AS. Teheran berkomitmen menormalisasi jalur pelayaran Selat Hormuz dalam satu bulan, dengan kompensasi penarikan pasukan AS dari zona sekitar Iran.

Meski angin segar sempat berembus, pelaku pasar tetap mengantisipasi langkah agresif Federal Reserve. The Fed diproyeksikan masih berpeluang mengerek suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum tahun ini berakhir akibat lonjakan harga energi. Skenario suku bunga tinggi ini menjadi sentimen negatif bagi emas, mengingat statusnya sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset) meskipun efektif sebagai lindung nilai inflasi.

Baca Juga :  Berawal dari Warung Kelontong, Widia BRI Unit Karang Pucung Sukses Naik Kelas Jadi Grosiran

Menanti Data PCE dan Pergerakan Logam Lain

Secara terpisah, Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari, menegaskan bahwa fokus utama bank sentral saat ini adalah menjinakkan risiko inflasi yang merangkak naik. Walau demikian, ia menilai masih terlalu dini untuk berspekulasi mengenai arah perubahan kebijakan suku bunga.

Kini, perhatian investor tertuju pada rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang dijadwalkan keluar hari Kamis, guna membaca kompas kebijakan moneter berikutnya.(red)

Follow WhatsApp Channel metodik.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Berawal dari Rental PlayStation, Ria Meilani Sukses Kembangkan Usaha Sembako Bersama BRI Unit Sumur Batu
Berawal dari Gerobak Sederhana, Bang Yadi Sukses Kembangkan Agen BRILink dan Playground dengan Dukungan BRI Unit Panjang
Kisah Inspiratif Tauhidduddin, Nasabah BRI Unit Karang Pucung yang Sukses Ubah Modal Usaha Jadi Aset Produktif
Berawal dari Warung Kelontong, Widia BRI Unit Karang Pucung Sukses Naik Kelas Jadi Grosiran
‎DPRD Dukung Lampung Jadi Pusat Pengembangan Bioetanol Nasional, Petani Diproyeksi Diuntungkan
BRI Region 5 Bandar Lampung Serahkan Klaim Asuransi kepada Ahli Waris Bripka Anumerta Arya Supena
BRI Kanca Liwa Dukung Pembiayaan Keramba Milik Pelaku Usaha di Kaki Gunung Seminung
Presiden Prabowo Subianto Diagendakan Hadir dalam Munas Hipmi, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Gelar Malam Silaturahmi
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Berawal dari Rental PlayStation, Ria Meilani Sukses Kembangkan Usaha Sembako Bersama BRI Unit Sumur Batu

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Berawal dari Gerobak Sederhana, Bang Yadi Sukses Kembangkan Agen BRILink dan Playground dengan Dukungan BRI Unit Panjang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Kisah Inspiratif Tauhidduddin, Nasabah BRI Unit Karang Pucung yang Sukses Ubah Modal Usaha Jadi Aset Produktif

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Berawal dari Warung Kelontong, Widia BRI Unit Karang Pucung Sukses Naik Kelas Jadi Grosiran

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:57 WIB

‎DPRD Dukung Lampung Jadi Pusat Pengembangan Bioetanol Nasional, Petani Diproyeksi Diuntungkan

Berita Terbaru