Lokakarya Festival Bahasa dan Sastra Lamban Budaya Nuswantara 2026 Dorong Regenerasi Sastrawan Muda Lampung

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026 - 15:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG TIMUR, LAMPUNG — Upaya memperluas ruang kreativitas dan regenerasi sastrawan muda terus dilakukan di Lampung. Lamban Budaya Nuswantara menggelar Lokakarya Festival Bahasa dan Sastra Tahun 2026 dengan mengusung tema “Menjaras Bahasa, Merawat Sastra” di Gedung Nuwo Budayo. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 24 September 2026, tersebut menjadi bagian diseminasi akhir dari rangkaian Festival Bahasa dan Sastra Lamban Budaya Nuswantara. Lokakarya tidak sekadar menjadi forum apresiasi, tetapi juga ruang pembelajaran, diseminasi karya, serta penguatan jejaring kebahasaan dan kesastraan di Lampung.

 

Ketua Lamban Budaya Nuswantara, Amin Budi Utomo, menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali ekosistem sastra, khususnya dengan membuka ruang yang lebih luas bagi munculnya penulis dan penyair generasi baru.

“Kegiatan ini diarahkan untuk memperluas ruang penciptaan dan apresiasi sastra serta mendorong tumbuhnya generasi baru penulis dan penyair di Lampung, khususnya Lampung Timur,” ujar Amin Budi Utomo.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 15.30 WIB, acara dimulai dengan penampilan dari SLB Negeri Metro dan SMA Al Ghifari Batanghari, Lampung Timur. Penampilan tersebut menjadi pembuka sebelum peserta memasuki rangkaian acara resmi. Acara dilanjutkan dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

 

Sejumlah tokoh turut memberikan sambutan. Selain Amin Budi Utomo, sambutan disampaikan Solikhul Hadi, M.Pd. dari Forum TBM Lampung dan Solihin Utjok, Ketua Dewan Kesenian Metro sekaligus mengirimkan doa dan haul bagi para sastrawan Lampung seperti Rifian Hadi Al Chepy, Syaiful Irba tanpaka, Ahmad yulden Erwin, abdul rouf, serta AM Zulkarnain yang telah wafat.

 

Selanjutnya, Drs. Muhammad Muis, M.Hum., Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung, membuka kegiatan sekaligus menutub seluruh rangkaian kegiatan festival Bahasa dan sastra tahun 2026. Dalam sambutanya beliau menyampaikan pesan tentang apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan sekaligus menjadi sarana dalam membina generasi muda dalam penguatan ekosistem sastra di Lampung. Beliau juga menyampaikan momentum Hari Aksara Internasional sebagai jalan penguat khasanah kebahasaan dan sastra.

Baca Juga :  Ketua DPRD Lampung Tinjau BLK Bandar Lampung, Dorong Peningkatan SDM

 

Setelah pembukaan, kegiatan berlanjut pada sesi diseminasi program dan pengumuman hasil Sayembara Cipta Puisi. Sebanyak 30 penulis mendapat apresiasi atas keterlibatan mereka dalam rangkaian Festival Bahasa dan Sastra 2026, terdiri atas enam penulis terbaik dan 24 penulis lainnya. Apresiasi tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian festival karena karya yang lahir dari proses penciptaan kemudian dipertemukan kembali dengan publik. Dengan demikian, sayembara tidak berhenti pada proses penjurian, tetapi berlanjut pada ruang pengenalan, pembacaan, dan pembahasan karya. Festival ini juga dihadiri peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, santri, komunitas, hingga masyarakat yang memiliki perhatian terhadap perkembangan bahasa dan sastra. Dari apresiasi karya, forum kemudian bergerak pada pembahasan mengenai penguatan bahasa dan sastra bagi generasi muda dalam momentum Hari Aksara Internasional.

 

Diskusi menghadirkan Ari Pahala Hutabarat, M.Pd., penyair dan sastrawan nasional; Solihin Utjok, Ketua Dewan Kesenian Metro sekaligus penyair Lampung; Dr. Ahmad Muzakki, M.Pd.I., akademisi UIN Jurai Siwo Lampung; serta Bima Yuswa, penyair Lampung. Pembahasan diarahkan pada persoalan yang dekat dengan proses kreatif penulis muda, terutama bagaimana sebuah gagasan diolah menjadi karya puisi. Solihin Utjok membahas tema “Islam dan Puisi”, sedangkan Bima Yuswa mengangkat persoalan kecenderungan penulis untuk terlalu banyak berbicara dalam karya. Sementara itu, Dr. Ahmad Muzakki membahas puisi dari perspektif penulisan kreatif. Sejumlah unsur yang menjadi perhatian antara lain pilihan kata, bunyi, citraan, ritme, ketegangan, hingga proses kreatif yang melatarbelakangi lahirnya sebuah karya. Pembahasan tersebut membuat lokakarya tidak berhenti pada persoalan bagaimana menulis puisi, tetapi juga bagaimana penulis memahami bahasa dan mengolah pengalaman menjadi karya yang memiliki kekuatan artistik.

 

Rangkaian berikutnya membawa peserta pada karya-karya yang lahir melalui program Residensi Sastra Cipta Puisi Tahun 2026. Melalui agenda bedah buku puisi dengan topik “Proses Kreatif Penulisan Puisi Hasil Peserta Residensi Sastra Cipta Puisi Tahun 2026”, karya para peserta residensi dibicarakan kembali dari proses kreatif yang melatarbelakanginya. Forum tersebut menjadi kesempatan untuk melihat karya bukan hanya sebagai teks yang telah selesai, tetapi sebagai hasil dari proses pencarian gagasan, pengalaman, pengolahan bahasa, serta pilihan artistik penulis.

Baca Juga :  Diah Dharma Yanti Dorong Sinergi HKTI dan Pemprov untuk Kesejahteraan Petani

 

Ruang apresiasi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh Fatimah Nur Muhammad, Lentera Dzulqarnain, dan Ari Siswanto. Selain pembacaan puisi, rangkaian kegiatan juga menghadirkan alih wahana sastra sebagai upaya membawa karya sastra ke dalam bentuk pertunjukan. Menjelang penutupan, panggung diisi penampilan dari Sanggar Kaliptra, Ikatan Mahasiswa Pecinta Seni, dan Komunitas Ruang Pojok. Penampilan tersebut sekaligus menutup rangkaian kegiatan yang sejak awal mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem sastra, mulai dari penulis, penyair, akademisi, komunitas, pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum.

 

Festival Bahasa dan Sastra 2026 tidak hanya memperlihatkan hasil karya, tetapi juga mempertemukan proses di balik lahirnya karya tersebut dengan publik. Mulai dari Sayembara Cipta Puisi, Residensi Sastra Cipta Puisi, lokakarya, diskusi, bedah buku, pembacaan puisi hingga pertunjukan, seluruh rangkaian menjadi ruang bagi peserta untuk mengalami sastra dari berbagai sisi. Program tersebut juga mempertemukan generasi muda dengan penyair, sastrawan, akademisi, serta komunitas yang selama ini bergerak dalam ekosistem kebahasaan dan kesastraan.

 

Festival Bahasa dan Sastra 2026 mendapat dukungan melalui program Bantuan Fasilitasi dan Apresiasi bagi Komunitas-Komunitas Sastra Tahun 2026 dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra. Bagi Lamban Budaya Nuswantara, rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem sastra di Lampung. Ruang penciptaan dibuka, karya diapresiasi, proses kreatif dibicarakan, dan generasi muda dipertemukan dengan para pelaku sastra yang telah lebih dahulu berkarya. Dari ruang-ruang semacam ini, regenerasi sastra diharapkan terus berlangsung, bukan hanya melalui lahirnya karya baru, tetapi juga melalui tumbuhnya pembaca, penulis, penyair, komunitas, dan publik yang terus merawat bahasa serta sastra.

Follow WhatsApp Channel metodik.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, BMIWI Lampung Tegaskan Peran Strategis Muslimah
Sabah Balau Absen dari Pembahasan, Arif Gunawan: Desa yang Terlupakan
Babak Baru PBNU, Prof. Safari Daud Sampaikan Doa dan Harapan
Prof. Safari Daud: NU dan Perguruan Tinggi Keagamaan Dua Pilar yang Saling Melengkapi
Festival Krakatau XXXV Hadirkan Ruang Kreatif, Olahraga, dan Eksplorasi Kopi Lampung
Ketua DPRD Lampung Selatan Dukung Semarak Perlombaan HUT Kemerdekaan RI di Natar
Condrowati Berharap Pengurus HKTI Lampung yang Baru Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Diah Dharma Yanti Dorong Sinergi HKTI dan Pemprov untuk Kesejahteraan Petani
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:00 WIB

Lokakarya Festival Bahasa dan Sastra Lamban Budaya Nuswantara 2026 Dorong Regenerasi Sastrawan Muda Lampung

Sabtu, 12 September 2026 - 18:29 WIB

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, BMIWI Lampung Tegaskan Peran Strategis Muslimah

Selasa, 8 September 2026 - 17:18 WIB

Sabah Balau Absen dari Pembahasan, Arif Gunawan: Desa yang Terlupakan

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Babak Baru PBNU, Prof. Safari Daud Sampaikan Doa dan Harapan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:38 WIB

Prof. Safari Daud: NU dan Perguruan Tinggi Keagamaan Dua Pilar yang Saling Melengkapi

Berita Terbaru

Opini

Masjid Istiqlal dan Jalan Panjang Menuju Perdamaian Dunia

Jumat, 25 Sep 2026 - 22:46 WIB