Menteri PKP Maruarar Sirait Serahkan secara Simbolis Bantuan Kredit Program Perumahan Berbunga Rendah

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Metodik.id – LAMPUNG SELATAN, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia Maruarar Sirait, didampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.

menyerahkan secara simbolis bantuan Kredit Program Perumahan (KPP) berbunga rendah dari Bank BTN kepada masyarakat penerima manfaat di Provinsi Lampung.

 

Bantuan KKP tersebut diserahkan di Gedung Parona, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (7/5/2026).

 

Program ini merupakan kolaborasi antara Kementerian PKP, Kementerian Dalam Negeri, Bank BTN, BP Tapera, Badan Pusat Statistik (BPS), PT Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), dan Pemerintah Provinsi Lampung.

 

Sejumlah penerima mengaku terbantu dengan program tersebut karena menawarkan skema bunga yang lebih ringan dibandingkan pinjaman dari lembaga pembiayaan lainnya.

 

Menurut Menteri Maruar, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menyediakan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

 

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang melalui program Asta Cita menghadirkan program perumahan sehingga masyarakat dari berbagai latar belakang dapat memiliki rumah dengan lebih terjangkau,” ujar Maruarar Sirait.

Baca Juga :  Kejuaraan Tinju Amatir Sukses Digelar, Ketua DPRD Lampung Apresiasi Polresta

 

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan fondasi utama bagi terciptanya rasa aman, peningkatan kualitas hidup, hingga masa depan keluarga.

 

“Rumah adalah tempat lahirnya rasa aman, tempat anak-anak tumbuh dengan harapan, dan tempat keluarga membangun masa depan. Ketika masyarakat memiliki hunian yang layak, maka kesehatan keluarga lebih terjaga, produktivitas meningkat, dan stabilitas sosial ikut menguat,” ujarnya.

 

Menurut Gubernur, program 3 juta rumah yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto menjadi jawaban atas tingginya kebutuhan hunian layak masyarakat, termasuk di Provinsi Lampung.

 

Ia mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya Lampung menerima sekitar 2.300 unit program bedah rumah. Namun pada tahun 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi 10.000 unit rumah.

 

“Untuk Lampung disiapkan 10.000 rumah tahun ini. Ini menjadi jawaban atas harapan masyarakat Lampung yang membutuhkan hunian layak,” kata Gubernur.

 

Gubernur juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Pusat, DPR RI, BPS, BP Tapera, sektor perbankan, asosiasi pengembang, serta seluruh pemangku kepentingan yang turut mendukung percepatan program perumahan di Provinsi Lampung.

Baca Juga :  Panja Komisi XII DPR RI Bahas Ketahanan dan Pemerataan Listrik

 

Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa sektor perumahan menjadi salah satu kontributor pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I tahun 2026 yang mencapai 5,61 persen.

 

Ia juga mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung yang mencapai 5,58 persen pada triwulan I 2026, atau menjadi pertumbuhan tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

 

“Setelah kami lihat, salah satu faktor pendorongnya adalah sektor pertanian yang terus ditingkatkan produktivitasnya di Provinsi Lampung,” ujarnya.

 

Berdasarkan data BPS, saat ini masih terdapat sekitar 146.500 rumah tangga di Lampung yang belum memiliki rumah sendiri, serta sekitar 647 ribu rumah tangga yang masih menempati rumah tidak layak huni.

 

Menurutnya, program pembangunan dan pembiayaan rumah yang dijalankan Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi Lampung akan membantu mengurangi backlog perumahan sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

Follow WhatsApp Channel metodik.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PMII KOMISARIAT UIN RADEN INTAN LAMPUNG BANGUN WACANA EKOSIPASI: MENGGUGAT PARADIGMA PEMBANGUNAN DAN MENUNTUT KEADILAN EKOLOGIS
LBH Dharma Loka Nusantara Sukses Gelar Dialog Publik Pembukaan Legal Course Angkatan II: Rekonstruksi Wacana Keadilan
UIN Raden Intan Lampung Berduka, Kepala Biro AAKK Dr. H. Abdul Rahman Tutup Usia
Fagas Lampung Soroti Dugaan Setoran Dana BOS hingga 10 Persen di Tanggamus, APH Didesak Periksa
Residensi Sastra Cipta Puisi 2026 Resmi Dimulai, Ari Pahala Hutabarat Ajak Peserta Menemukan Puisi dari Pengalaman Dunia Kepenyairan hingga Proses Kreatif menulis puisi.
Cabdin Pendidikan Wil II Prov Lampung gandeng UPT Perpustakaan UIN RI Perkuat Ekosistem Literasi Sekolah
Polinela Disoal, Fagas Laporkan Temuan ke Kemdiktisaintek RI
IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Latih Guru se-Lampung Terapkan Ekonomi Sirkular
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 00:40 WIB

PMII KOMISARIAT UIN RADEN INTAN LAMPUNG BANGUN WACANA EKOSIPASI: MENGGUGAT PARADIGMA PEMBANGUNAN DAN MENUNTUT KEADILAN EKOLOGIS

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:40 WIB

LBH Dharma Loka Nusantara Sukses Gelar Dialog Publik Pembukaan Legal Course Angkatan II: Rekonstruksi Wacana Keadilan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:45 WIB

UIN Raden Intan Lampung Berduka, Kepala Biro AAKK Dr. H. Abdul Rahman Tutup Usia

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:10 WIB

Fagas Lampung Soroti Dugaan Setoran Dana BOS hingga 10 Persen di Tanggamus, APH Didesak Periksa

Rabu, 2 September 2026 - 11:43 WIB

Residensi Sastra Cipta Puisi 2026 Resmi Dimulai, Ari Pahala Hutabarat Ajak Peserta Menemukan Puisi dari Pengalaman Dunia Kepenyairan hingga Proses Kreatif menulis puisi.

Berita Terbaru

Pemerintahan

Anggaran BKAD Lambar 2023-2024 Bocor? FAGAS beberkan banyak temuan

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:46 WIB