Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV Arya Sandhiyudha Bahas Penguatan Tata Kelola Perkebunan Sawit di Provinsi Lampung 

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

METODIK.ID, BANDARLAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menerima kunjungan silaturahmi Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV Arya Sandhiyudha, di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Kantor Gubernur Lampung, Jumat (5/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola perkebunan kelapa sawit di Provinsi Lampung agar lebih produktif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Kita perlu membenahi tata kelola sawit secara bersama-sama agar produktivitas meningkat dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Gubernur Mirza.

Gubernur Mirza berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan PTPN IV dapat memperkuat sektor perkebunan sawit sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Perusahaan BUMN harus hadir tidak hanya sebagai pengelola usaha, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV Arya Sandhiyudha menjelaskan bahwa PTPN IV, khususnya Regional 7 yang meliputi Sumatera Selatan, Lampung, dan Bengkulu, berkomitmen menjaga keberlanjutan industri sawit sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca Juga :  PKU Akbar Jadi Momentum Penguatan Daya Saing UMKM Lampung

Menurut Arya, salah satu peran strategis PTPN IV adalah sebagai stabilisator harga TBS. Ketika sebagian perusahaan swasta menghentikan pembelian akibat dinamika pasar atau kebijakan ekspor, PTPN IV tetap menyerap hasil panen petani dengan harga yang kompetitif.

Saat ini harga pembelian TBS di PTPN IV mencapai sekitar Rp3.200 per kilogram. Kehadiran kami diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan melindungi pendapatan petani,” ujarnya.

Selain bermitra dengan kelompok tani binaan, PTPN IV juga menyerap hasil panen dari sekitar 1.500 petani sawit mandiri guna membantu memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Berdasarkan data tahun 2025, luas perkebunan kelapa sawit di Provinsi Lampung mencapai 199.466 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 114.682 hektare merupakan perkebunan rakyat, 75.413 hektare perkebunan swasta, dan sekitar 10.000 hektare dikelola oleh PTPN IV.

Baca Juga :  Sekdaprov Marindo Ikuti Peluncuran Buku Pendidikan Antikorupsi oleh Mendikdasmen dan KPK

Meski memiliki areal yang cukup luas, produktivitas perkebunan sawit di Lampung masih menghadapi sejumlah tantangan. Terdapat sekitar 32.000 hektare lahan yang perlu dioptimalkan, terdiri atas tanaman belum menghasilkan dan tanaman yang mengalami kerusakan.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Tahun 2026, Provinsi Lampung memperoleh alokasi peremajaan seluas 800 hektare.

Namun, program tersebut masih menghadapi sejumlah kendala administratif, terutama terkait persyaratan legalitas lahan yang harus dipenuhi petani.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, PTPN IV menawarkan pola kemitraan yang memungkinkan petani mengakses pendanaan dengan persyaratan yang lebih fleksibel, termasuk penggunaan Surat Keterangan Tanah (SKT), selama terdapat offtaker yang menjamin hasil produksi.

PTPN IV juga menyediakan pendampingan teknis selama satu siklus tanaman, mulai dari pemetaan lahan, pembukaan areal, hingga pemeliharaan tanaman belum menghasilkan. Pendampingan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat. (Red)

Follow WhatsApp Channel metodik.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fraksi PKB Sampaikan Catatan atas APBD Perubahan Lampung 2026
Antisipasi Dampak Kemarau dan Abu Vulkani, Pemprov Lampung Ajak Warga Gelar Salat Minta Hujan
Gubernur Mirza Sambut Positif Lampung Jadi Tuan Rumah Kongres PB HMI ke-XXXIII
Gubernur Mirza Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Terpadu, Modifikasi Cuaca Diperkuat Water Bombing
BUMDes Disiapkan Jadi Motor Ekspor, Pemprov Lampung Dorong Peningkatan Pendapatan Desa
Pemprov Lampung Mulai OMC untuk Tekan Karhutla dan Kekeringan
Modus “Pecah Paket” Menguat, Gradasi Desak Anggaran Miliaran Rupiah BPKAD Lamsel Wajib Diperiksa
Massa ALAM BAKA Geruduk Wisma Danantara, Soroti Aset PTPN Terbengkalai hingga Program KDMP-KNMP
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:06 WIB

Fraksi PKB Sampaikan Catatan atas APBD Perubahan Lampung 2026

Rabu, 9 September 2026 - 11:29 WIB

Antisipasi Dampak Kemarau dan Abu Vulkani, Pemprov Lampung Ajak Warga Gelar Salat Minta Hujan

Jumat, 4 September 2026 - 06:01 WIB

Gubernur Mirza Sambut Positif Lampung Jadi Tuan Rumah Kongres PB HMI ke-XXXIII

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:44 WIB

Gubernur Mirza Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Terpadu, Modifikasi Cuaca Diperkuat Water Bombing

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:29 WIB

BUMDes Disiapkan Jadi Motor Ekspor, Pemprov Lampung Dorong Peningkatan Pendapatan Desa

Berita Terbaru

Pemerintahan

Fraksi PKB Sampaikan Catatan atas APBD Perubahan Lampung 2026

Rabu, 9 Sep 2026 - 16:06 WIB

Sosial Budaya

Sabah Balau Absen dari Pembahasan, Arif Gunawan: Desa yang Terlupakan

Selasa, 8 Sep 2026 - 17:18 WIB