FAGAS Bongkar Pola Janggal Belanja Sekwan Pringsewu

- Jurnalis

Rabu, 30 September 2026 - 11:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

METODIK.ID, Pringsewu – Front Aksi Anti Gratifikasi (FAGAS) Provinsi Lampung menyoal Sekretariat DPRD Kabupaten Pringsewu terkait dugaan kejanggalan penggunaan anggaran pada Tahun Anggaran 2025 dan 2026. Kejanggalan itu memuat empat pola belanja yang menurut FAGAS perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik.

Berdasarkan data yang dihimpun FAGAS, sepanjang 2025 Sekretariat DPRD Kabupaten Pringsewu merealisasikan anggaran Rp 4.729.358.151 untuk 208 paket kegiatan melalui 33 penyedia. Pada 2026, realisasi yang tercatat sejauh ini mencapai Rp 3.086.158.946 dengan 133 paket melalui 27 penyedia. Jika digabung, nilainya sekitar Rp 7,8 miliar dalam dua tahun anggaran.

Temuan yang paling disorot adalah belanja makan minum rapat melalui penyedia MD. Pada 2025 tercatat tiga transaksi senilai Rp 199.800.000, Rp 198.000.000, dan Rp 198.000.000. Pola yang sama muncul lagi pada 2026 dengan dua transaksi masing-masing Rp 199.000.000 dan Rp 198.000.000. Semua nilai itu berada tipis di bawah Rp 200 juta. Secara keseluruhan, MD menerima sekitar Rp 1,45 miliar dalam dua tahun, menjadikannya penyedia dengan nilai realisasi terbesar di Setwan Pringsewu. Belanja sewa mebel dan sewa sound system pada penyedia yang sama juga terpecah ke beberapa transaksi dengan nilai yang saling berdekatan.

Baca Juga :  Ketahanan Pangan Bukan Panggung Seremonial, Saatnya Buktikan dengan Hasil Nyata

“Lima kali transaksi, lima kali berhenti di bawah Rp 200 juta, dan semuanya ke penyedia yang sama. Kami menduga ini bukan kebetulan. Pola seperti ini patut diduga sebagai cara menghindari mekanisme pengadaan dan verifikasi yang berlaku untuk nilai di atas ambang tersebut,” kata Ketua FAGAS Provinsi Lampung, Fadli Khoms.

FAGAS juga mencatat dugaan pemecahan paket (splitting) pada belanja alat tulis kantor, fotokopi, dan dokumen administrasi. PT tercatat mengerjakan 29 paket pada 2025, sementara DSJP mengerjakan 26 paket di tahun yang sama, hampir seluruhnya bernilai kecil dan berulang. Yang lebih mencolok, penyedia WDW pada 2026 tercatat menerima tiga transaksi dengan nilai persis sama, untuk jenis belanja yang sama.

Di sektor jasa dan konstruksi, jasa kebersihan kantor dua tahun berturut-turut dipegang satu perusahaan, PT AJL, dengan nilai yang naik dari Rp 237.640.000 menjadi Rp 307.220.472. FAGAS juga menyoroti CV DAP yang mengerjakan rehabilitasi kusen dan pintu kantor pada 2025 (Rp 169,8 juta) lalu pembuatan ruang arsip, ruang tunggu, dan backdrop pada 2026 (Rp 185,6 juta). Sementara itu CV TE tercatat sebagai konsultan perencanaan pada 2025 dan kemudian menjadi konsultan pengawasan atas pekerjaan fisik di tahun berikutnya. FAGAS menduga ada jejaring penyedia tertutup yang terus mengerjakan pekerjaan konstruksi di lingkungan Setwan.

Baca Juga :  Perkuat Akuntabilitas, Pemprov Lampung Dorong Kompetensi Pelaku PBJ

Temuan keempat menyangkut penyedia yang kembali mendapat pekerjaan lintas tahun. Dari sekitar 33 penyedia pada 2025, sedikitnya 17 di antaranya kembali memperoleh paket pada 2026. Menurut FAGAS, proporsi lebih dari separuh itu sulit dijelaskan jika pengadaan benar-benar berjalan kompetitif dan terbuka.

“Kami mendesak Sekretariat DPRD Pringsewu memberikan klarifikasi secara rinci dan terbuka. Kalau semuanya sesuai aturan, silakan dibuka dokumennya. Kalau tidak, temuan ini akan kami teruskan ke aparat penegak hukum,” ujar Fadli. (Red)

Follow WhatsApp Channel metodik.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Diskominfo Lamsel Bergulir, FAGAS Ungkap Pola Janggal Belanja Rp 12 Miliar 
Perkuat Peran Satlinmas, Bandar Lampung Jadi Tuan Rumah Kemah Bhakti Satya Linmas
FAGAS Bongkar Dugaan Pengondisian Penyedia di Bagian Umum Setda Pringsewu
BPK Soroti Anggaran BPBD Lampung, Rp4,1 Miliar Jadi Temuan
Gepak Lampung Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan
Fraksi PKB Sampaikan Catatan atas APBD Perubahan Lampung 2026
Antisipasi Dampak Kemarau dan Abu Vulkani, Pemprov Lampung Ajak Warga Gelar Salat Minta Hujan
Gubernur Mirza Sambut Positif Lampung Jadi Tuan Rumah Kongres PB HMI ke-XXXIII
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 11:26 WIB

FAGAS Bongkar Pola Janggal Belanja Sekwan Pringsewu

Jumat, 25 September 2026 - 20:09 WIB

Kasus Diskominfo Lamsel Bergulir, FAGAS Ungkap Pola Janggal Belanja Rp 12 Miliar 

Selasa, 22 September 2026 - 23:42 WIB

FAGAS Bongkar Dugaan Pengondisian Penyedia di Bagian Umum Setda Pringsewu

Selasa, 15 September 2026 - 21:15 WIB

BPK Soroti Anggaran BPBD Lampung, Rp4,1 Miliar Jadi Temuan

Sabtu, 12 September 2026 - 21:43 WIB

Gepak Lampung Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan

Berita Terbaru

Pemerintahan

FAGAS Bongkar Pola Janggal Belanja Sekwan Pringsewu

Rabu, 30 Sep 2026 - 11:26 WIB

Opini

Masjid Istiqlal dan Jalan Panjang Menuju Perdamaian Dunia

Jumat, 25 Sep 2026 - 22:46 WIB