Prabowo Dorong Rekonsiliasi ASEAN, Soroti Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

METODIK.ID, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan stabilitas dan rekonsiliasi kawasan Asia Tenggara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina.

Dalam sejumlah sesi pertemuan, kepala negara menekankan pentingnya penyelesaian krisis di Myanmar hingga penanganan konflik perbatasan yang melibatkan Thailand dan Kamboja melalui dialog dan kerja sama regional.

Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa para pemimpin ASEAN membahas perkembangan terbaru di Myanmar pascapelaksanaan pemilu dan pembentukan pemerintahan baru di negara tersebut.

Menurut Sugiono, sejak awal Indonesia menegaskan pentingnya proses politik yang inklusif dan berorientasi pada perdamaian.

“Dari awal posisi Indonesia adalah jika pemilu tersebut berlangsung, pemilu yang dilangsungkan harus inklusif, kemudian mampu mengadress masalah-masalah yang ada di sana, kemudian juga mampu membawa perdamaian, kemudian bisa menciptakan suatu situasi yang lebih baik,” ujar Menlu Sugiono dalam keterangan resminya, Sabtu (9/5/2026).

Indonesia juga menekankan pentingnya implementasi five point consensus ASEAN sebagai pijakan utama dalam penyelesaian krisis Myanmar. Dalam pembahasan tersebut, para pemimpin ASEAN turut menyoroti sejumlah perkembangan positif yang dilakukan pemerintahan baru Myanmar yang dinilai sebagai progres yang perlu diapresiasi oleh negara-negara ASEAN.

“Setelah pemilu, ada beberapa gesture positif yang dinilai juga perlu diapresiasi yang dilakukan oleh pemerintah baru, yaitu di antaranya pembebasan, kalau angka yang disebut oleh pihak Myanmar, sekitar enam ribu lebih tahanan politik, kemudian juga perubahan status tahanan dari Aung San Suu Kyi,” ungkapnya.

Sugiono menambahkan, perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi komitmen dalam five point consensus ASEAN. Karena itu, para pemimpin ASEAN juga membahas langkah-langkah terukur yang dapat dilakukan untuk terus mendorong perbaikan situasi di Myanmar.

“Pada intinya semua berpendapat, sepaham bahwa sebagai satu keluarga dalam sebuah kawasan ASEAN, negara-negara anggota harus terus memberikan perhatiannya, concernnya, dan terus meng-engage Myanmar untuk bisa menemukan jalan yang mereka tentukan sendiri dalam rangka memperbaiki situasi negaranya,” kata Sugiono.

Selain isu Myanmar, Presiden Prabowo juga menyampaikan pandangannya terkait pentingnya rekonsiliasi dan dialog dalam menyikapi berbagai persoalan perbatasan di kawasan, termasuk ketegangan antara Thailand dan Kamboja.

Baca Juga :  DPRD Soroti Pemutakhiran Data, 100 Ribu Peserta BPJS PBI di Lampung Dinonaktifkan

Menurut Sugiono, Presiden Prabowo menekankan bahwa persoalan perbatasan sebaiknya dikelola melalui pendekatan dialog, negosiasi, dan kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Daripada kita mempertajam perbedaan-perbedaan di antara kita, biarlah urusan legal itu terus berjalan, tapi in the meantime kenapa kita tidak mencari hal-hal yang positif yang bisa kita kerjasamakan yang kemudian bisa memberi manfaat bagi masyarakat dan rakyat negara masing-masing,” tutur Sugiono.

Pendekatan tersebut, lanjut Sugiono, menjadi prinsip yang selama ini dijalankan Indonesia dalam mengelola berbagai persoalan kawasan, termasuk isu perbatasan antarnegara.

“Seperti juga yang kita lakukan, kita cari jalan-jalan dan solusi-solusi bersama terkait dengan permasalahan-permasalahan di perbatasan, dengan dialog, dengan negosiasi, dengan bekerja sama,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel metodik.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reses Budiman AS Serap Aspirasi Warga Labuhan Dalam, Soroti Pendidikan hingga Infrastruktur ‎
Harlah, PKB Lampung Tegaskan Komitmen Tebar Kebermanfaatan
Taufik Rahman: 28 Tahun PKB Jadi Perjalanan Pengabdian untuk Masyarakat
Rangkaian Harlah DPW PKB Lampung, Gelar Pengajian Bersama Santri dan Masyarakat LAM-SEL
Imelda Terpilih Aklamasi Jadi Ketua DPW PUAN Lampung 2025-2030
Fatikhatul Khoiriyah Resmi Pimpin DPC PKB Lampung Utara, Konsolidasi Total Jelang Pemilu 2029
Aris Tama: Jaga Independensi Aparat, Jangan Kaitkan Hukum dengan Presiden Tanpa Dasar
Dukung Beda Tim, Nunik dan Gus Ican Kompak Gelar Nobar Final Piala Dunia di Ponpes Al Hikmah Lampung
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Reses Budiman AS Serap Aspirasi Warga Labuhan Dalam, Soroti Pendidikan hingga Infrastruktur ‎

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Harlah, PKB Lampung Tegaskan Komitmen Tebar Kebermanfaatan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Taufik Rahman: 28 Tahun PKB Jadi Perjalanan Pengabdian untuk Masyarakat

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:53 WIB

Rangkaian Harlah DPW PKB Lampung, Gelar Pengajian Bersama Santri dan Masyarakat LAM-SEL

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:58 WIB

Imelda Terpilih Aklamasi Jadi Ketua DPW PUAN Lampung 2025-2030

Berita Terbaru