Bangun Kesadaran Kolektif, Wagub Jihan Pimpin Aksi Bersih-Bersih di Kawasan Pasar Raya Lebak Budi dan Pasar Pasir Gintung

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

METODIK.ID, BANDARLAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memimpin aksi bersih-bersih di kawasan Pasar Raya Lebak Budi dan Pasar Pasir Gintung, Bandarlampung, Sabtu (6/6/2026), sebagai upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan menghadapi tantangan perubahan iklim.

Aksi bersih bersih itu melibatkan aparatur sipil negara (ASN), Satpol PP, TNI, anggota Pramuka, hingga pelajar SMA. Kegiatan ini digelar dalam rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026.

Wagub Jihan menegaskan bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum untuk mengingatkan seluruh pihak bahwa bumi sedang menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga persoalan polusi dan sampah.

“Setiap tanggal 5 Juni, dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum penting untuk mengingatkan kita bahwa bumi yang kita tempati saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan serius,” ujar Jihan.

Menurutnya, tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, yakni “Saatnya Bekerja untuk Keadilan Iklim”, mengandung pesan bahwa seluruh elemen masyarakat harus bergerak dari sekadar diskusi menuju tindakan nyata.

“Sudah saatnya kita bergerak dari diskusi menuju aksi. Tidak cukup hanya berbicara dan saling mengingatkan, tetapi kita harus turun langsung ke lapangan melakukan langkah-langkah nyata untuk menjaga lingkungan,” ujarnya.

Jihan menjelaskan, Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong peningkatan kesadaran lingkungan melalui Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Gerakan tersebut diharapkan mampu menanamkan budaya hidup bersih sehingga kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Baca Juga :  Pemprov Lampung–Kodam XXI/Raden Intan Tingkatkan Kapasitas Bersama di Bidang Komunikasi Publik

Ia menilai masih banyak masyarakat yang menganggap persoalan lingkungan sebagai tanggung jawab pemerintah semata. Padahal, setiap individu memiliki peran yang sama dalam menjaga kelestarian alam.

“Satu botol plastik yang dibuang sembarangan, satu pohon yang ditebang tanpa upaya penanaman kembali, atau satu sungai yang dibiarkan tercemar akan meninggalkan dampak yang pada akhirnya kembali kepada manusia,” katanya.

Jihan mengatakan berbagai kejadian seperti banjir, cuaca ekstrem, dan perubahan musim yang tidak menentu menjadi sinyal bahwa hubungan manusia dengan alam perlu segera diperbaiki. Karena itu, menjaga lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama demi keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Jihan juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan pasar tradisional yang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus penghasil sampah dalam jumlah besar.

“Kita ingin menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Ekonomi boleh tumbuh dan berkembang, tetapi lingkungan harus tetap bersih, sehat, dan terjaga,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan dan kemajuan daerah tidak boleh mengorbankan kelestarian alam. Menurutnya, tidak ada artinya pertumbuhan ekonomi yang tinggi apabila lingkungan hidup mengalami kerusakan dan meninggalkan beban bagi generasi yang akan datang.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Gelar Pertemuan dengan Forum CSR Lampung, Dorong Program yang Disusun Terarah, Berkelanjutan dan Selaras dengan Prioritas Pembangunan Daerah

Dalam kegiatan kerja bakti tersebut, sampah yang terkumpul dipilah berdasarkan jenisnya, yakni organik, anorganik, dan residu.

Jihan menegaskan bahwa kegiatan bersih-bersih yang dilaksanakan tidak boleh berhenti pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia semata. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, mendaur ulang, dan menjaga saluran air harus menjadi budaya yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang paling penting bukan hanya kegiatan hari ini, tetapi bagaimana nilai-nilai kepedulian lingkungan menjadi bagian dari perilaku kita setiap hari. Dengan langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, kita dapat mewariskan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Aksi yang digelar ini juga terintegrasi dengan gerakan pemulihan lingkungan yang dilaksanakan secara serentak di 38 provinsi di seluruh Indonesia. (Red)

Follow WhatsApp Channel metodik.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyedia Bergilir dari Setda sampai RSUD, Hingga Bangun Rumah Dinas Kejari dan Klinik Polres Pakai Uang APBD Waykanan, FAGAS Pertanyakan Independensi Penegak Hukum
Tak Kunjung Ditemui, Demonstran Lampung Bentrok dengan Petugas Kementerian Imipas
FAGAS Lampung “Bongkar Aib” Pengelolaan Anggaran Dinas PUPR Pringsewu
JPSI Seret Dugaan Skandal KI dan KPID ke APH
Dominasi Penyedia di BPBJ Tanggamus, FAGAS: Sarat Pengondisian
FAGAS Bongkar Pola Janggal Belanja Sekwan Pringsewu
Kasus Diskominfo Lamsel Bergulir, FAGAS Ungkap Pola Janggal Belanja Rp 12 Miliar 
Perkuat Peran Satlinmas, Bandar Lampung Jadi Tuan Rumah Kemah Bhakti Satya Linmas
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Penyedia Bergilir dari Setda sampai RSUD, Hingga Bangun Rumah Dinas Kejari dan Klinik Polres Pakai Uang APBD Waykanan, FAGAS Pertanyakan Independensi Penegak Hukum

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Tak Kunjung Ditemui, Demonstran Lampung Bentrok dengan Petugas Kementerian Imipas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:12 WIB

FAGAS Lampung “Bongkar Aib” Pengelolaan Anggaran Dinas PUPR Pringsewu

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:41 WIB

JPSI Seret Dugaan Skandal KI dan KPID ke APH

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Dominasi Penyedia di BPBJ Tanggamus, FAGAS: Sarat Pengondisian

Berita Terbaru