Cendekiawan UIN RIL Terpilih sebagai Penulis Artikel Terbaik dalam Sayembara Pemikiran KH. Nazaruddin Umar

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen SPI UIN Raden Intan Lampung Wahyu Iryana Menang Sayembara Lomba Artikel Pemikiran KH. Nazaruddin Umar

Dosen SPI UIN Raden Intan Lampung Wahyu Iryana Menang Sayembara Lomba Artikel Pemikiran KH. Nazaruddin Umar

METODIK.ID, Lampung — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh akademisi UIN Raden Intan Lampung, Wahyu Iryana. Dosen Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) tersebut berhasil terpilih sebagai penulis artikel terbaik dalam ajang Sayembara Penulisan Artikel Pemikiran KH. Nazaruddin Umar yang diselenggarakan oleh Nazaruddin Umar Office bekerja sama dengan ibihtafsir.

Keberhasilan tersebut diraih melalui artikel berjudul “Gagasan Kebangsaan KH. Nazaruddin Umar”, sebuah tulisan yang mengkaji secara mendalam pemikiran kebangsaan, keislaman, dan kemanusiaan yang selama ini menjadi karakter utama pemikiran KH. Nazaruddin Umar.

Artikel tersebut dinilai mampu menghadirkan pembacaan yang komprehensif terhadap gagasan-gagasan kebangsaan yang dikembangkan KH. Nazaruddin Umar dalam berbagai karya dan aktivitas intelektualnya.

Ajang sayembara ini merupakan kompetisi nasional yang terbuka bagi akademisi, dosen, mahasiswa, peneliti, penulis, dan masyarakat umum dari berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya literasi serta memperluas kajian mengenai pemikiran Islam moderat yang memiliki relevansi terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kompetisi tersebut, peserta ditantang untuk mengulas dan mengembangkan berbagai aspek pemikiran KH. Nazaruddin Umar, baik yang berkaitan dengan keislaman, kebangsaan, pendidikan, maupun kemanusiaan.

Karya yang masuk kemudian melalui proses seleksi dan penilaian oleh tim yang ditunjuk penyelenggara dengan mempertimbangkan aspek orisinalitas, kedalaman analisis, kualitas argumentasi, serta kontribusinya terhadap pengembangan wacana keilmuan.

Keberhasilan Wahyu Iryana menjadi penulis artikel terbaik menunjukkan kapasitas akademiknya dalam bidang penelitian dan penulisan ilmiah.

Selama ini, ia dikenal aktif menulis berbagai artikel akademik, melakukan penelitian sejarah Islam, serta terlibat dalam berbagai forum ilmiah baik di tingkat regional maupun nasional. Selain mengajar di Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Raden Intan Lampung, ia juga menjabat sebagai Direktur Pusat Studi Sejarah Islam Lampung (PSSIL).

Baca Juga :  Ketua DPRD Lampung Rapat Koordinasi Strategis Bank Lampung

Dalam artikel yang ditulisnya, Wahyu Iryana menyoroti bagaimana KH. Nazaruddin Umar memandang hubungan antara agama dan kebangsaan sebagai dua unsur yang tidak dapat dipertentangkan. Menurutnya, pemikiran kebangsaan KH. Nazaruddin Umar berangkat dari keyakinan bahwa nilai-nilai Islam memiliki kontribusi besar dalam membangun kehidupan berbangsa yang harmonis, adil, dan berkeadaban.

Artikel tersebut menjelaskan bahwa nasionalisme dalam perspektif KH. Nazaruddin Umar tidak dipahami sebagai ideologi yang bertentangan dengan agama. Sebaliknya, nasionalisme diposisikan sebagai sarana untuk menjaga persatuan masyarakat yang majemuk. Dalam konteks Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, agama, bahasa, dan budaya, semangat kebangsaan menjadi instrumen penting untuk merawat kebersamaan dan memperkuat integrasi nasional.

Wahyu Iryana juga menguraikan bahwa pemikiran KH. Nazaruddin Umar menekankan pentingnya moderasi dalam kehidupan beragama. Moderasi dipandang sebagai jalan tengah yang memungkinkan masyarakat hidup berdampingan secara damai tanpa kehilangan identitas keagamaan masing-masing. Nilai-nilai tersebut dianggap sangat relevan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang muncul di era modern, termasuk meningkatnya polarisasi dan munculnya sikap intoleran di berbagai ruang publik.

Menurutnya, salah satu kekuatan utama pemikiran KH. Nazaruddin Umar adalah kemampuannya menjembatani nilai-nilai keislaman dengan kebutuhan masyarakat modern. Gagasan tersebut tidak hanya berbicara mengenai aspek teologis, tetapi juga menyentuh persoalan kebangsaan, pendidikan, kemanusiaan, dan pembangunan sosial. Karena itu, pemikiran beliau memiliki kontribusi penting dalam memperkuat karakter bangsa Indonesia yang religius sekaligus menghargai keberagaman.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Dorong Perguruan Tinggi Swasta Jadi Motor Peningkatan Kualitas SDM Lampung

Prestasi yang diraih Wahyu Iryana juga menjadi bukti bahwa akademisi dari Lampung mampu bersaing di tingkat nasional melalui karya intelektual yang berkualitas. Di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, tradisi menulis dan penelitian tetap menjadi sarana penting dalam menghasilkan gagasan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Bagi lingkungan akademik UIN Raden Intan Lampung, capaian ini menjadi kabar yang menggembirakan sekaligus membanggakan. Keberhasilan salah satu dosennya dalam ajang nasional menunjukkan bahwa budaya akademik yang berkembang di kampus terus melahirkan karya-karya yang memiliki nilai ilmiah dan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Lebih jauh, prestasi ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya semangat literasi di kalangan dosen dan mahasiswa. Tradisi menulis, meneliti, dan berdiskusi merupakan bagian penting dari kehidupan akademik yang harus terus diperkuat. Melalui kegiatan tersebut, perguruan tinggi dapat berperan sebagai pusat produksi pengetahuan yang memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.

Terpilihnya Wahyu Iryana sebagai penulis artikel terbaik dalam Sayembara Pemikiran KH. Nazaruddin Umar menjadi bukti bahwa karya ilmiah yang lahir dari lingkungan akademik masih memiliki ruang dan apresiasi yang luas di tingkat nasional.

Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mengharumkan nama UIN Raden Intan Lampung serta memperkuat kontribusi akademisi Lampung dalam pengembangan pemikiran Islam, kebangsaan, dan kemanusiaan di Indonesia. (Red)

Follow WhatsApp Channel metodik.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RESIDENSI SASTRA: BAHAS AMBIGUITAS PUISI DAN EKOSISTEM SASTRA DIGITAL
Residensi Sastra: Cipta Puisi Dorong Peserta Menemukan Gagasan dan Kedalaman Makna
Residensi Sastra Cipta Puisi 2026 Resmi Dimulai, Ari Pahala Hutabarat Ajak Peserta Menemukan Puisi dari Pengalaman Dunia Kepenyairan hingga Proses Kreatif menulis puisi.
Cabdin Pendidikan Wil II Prov Lampung gandeng UPT Perpustakaan UIN RI Perkuat Ekosistem Literasi Sekolah
Polinela Disoal, Fagas Laporkan Temuan ke Kemdiktisaintek RI
IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Latih Guru se-Lampung Terapkan Ekonomi Sirkular
Rektor UIN Raden Intan Lampung Dukung Penuh Zikir dan Doa Kebangsaan Jelang HUT ke-81 RI
SMA Al-Hidayah Kalisari Angkatan 1 Sukses Laksanakan Pendidikan Demokrasi Melalui MAKESTA dan Pemilihan Ketua PK IPNU-IPPNU
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 14:26 WIB

RESIDENSI SASTRA: BAHAS AMBIGUITAS PUISI DAN EKOSISTEM SASTRA DIGITAL

Sabtu, 5 September 2026 - 14:22 WIB

Residensi Sastra: Cipta Puisi Dorong Peserta Menemukan Gagasan dan Kedalaman Makna

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:06 WIB

Cabdin Pendidikan Wil II Prov Lampung gandeng UPT Perpustakaan UIN RI Perkuat Ekosistem Literasi Sekolah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Polinela Disoal, Fagas Laporkan Temuan ke Kemdiktisaintek RI

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:05 WIB

IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Latih Guru se-Lampung Terapkan Ekonomi Sirkular

Berita Terbaru