SMA Al-Hidayah Kalisari Angkatan 1 sukses mengawali rangkaian Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) pada Kamis, 30 Juli 2026, yang diawali dengan pelaksanaan Pembelajaran Demokrasi melalui Pemilihan Ketua PK IPNU dan PK IPPNU SMA Al-Hidayah Kalisari. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya demokrasi sekaligus proses kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama di lingkungan sekolah.
Proses pemilihan berlangsung dengan tertib dan penuh antusias. Seluruh peserta mengikuti tahapan penyampaian visi dan misi calon ketua, pemungutan suara, hingga penghitungan suara secara terbuka sebagai bentuk pembelajaran demokrasi yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan sportivitas.
Berdasarkan hasil pemilihan, M. Lubabul Mubahisin terpilih sebagai Ketua PK IPNU dan Vara Atikannabila sebagai Ketua PK IPPNU SMA Al-Hidayah Kalisari Masa Khidmat 2026/2027. Melalui visi dan misi yang telah disampaikan, keduanya berkomitmen menjadikan IPNU-IPPNU sebagai wadah pengembangan potensi peserta didik, meningkatkan semangat belajar, menumbuhkan kreativitas, membangun budaya disiplin, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta membentuk pelajar yang berakhlakul karimah dan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Kepala SMA Al-Hidayah Kalisari, Bapak Muhammad Makruf, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pembelajaran Demokrasi yang dikemas melalui kegiatan MAKESTA dan Pemilihan Ketua PK IPNU-IPPNU.
“Kami mendukung sepenuhnya kegiatan Pembelajaran Demokrasi yang dikemas melalui MAKESTA dan Pemilihan Ketua PK IPNU-IPPNU SMA Al-Hidayah Kalisari. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses kaderisasi untuk membentuk karakter, jiwa kepemimpinan, serta rasa tanggung jawab dalam diri siswa-siswi,” ujar Bapak Muhammad Makruf.
Beliau juga menyampaikan harapan besar terhadap pelaksanaan MAKESTA sebagai bekal bagi kader-kader perdana IPNU-IPPNU SMA Al-Hidayah Kalisari.
“Kami berharap MAKESTA mampu menjadi penguatan karakter siswa-siswi yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah, membentengi mereka dari paham-paham radikal yang berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa, memotivasi mereka untuk tetap fokus belajar sambil aktif berorganisasi, serta melahirkan generasi yang siap menjadi pemimpin masa depan demi kemajuan agama dan bangsa,” tuturnya.
Rangkaian MAKESTA tidak berhenti pada hari pertama. Kegiatan akan dilanjutkan pada 1–2 Agustus 2026 dengan penyampaian materi ke-NU-an, ke-Aswaja-an, ke-IPNU-IPPNU-an, keorganisasian, kepemimpinan, keindonesiaan, tradisi NU, studi gender, serta materi lainnya sebagai bekal bagi kader-kader Angkatan 1. Melalui seluruh rangkaian tersebut, diharapkan lahir generasi pelajar yang berintegritas, berakhlak mulia, memiliki jiwa kepemimpinan, dan siap mengabdi kepada agama, organisasi, bangsa, dan negara.













Komentar