Gepak Lampung Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 21:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

METODIK.ID, BANDAR LAMPUNG — Ketua Umum Gerakan Pembangunan Anti Korupsi (Gepak) Lampung, Wahyudi, mendesak Pemprov Lampung serta pemerintah kabupaten/kota membuka informasi pengelolaan program CSR perusahaan secara transparan, mulai dari program yang dijalankan, penerima manfaat, hingga realisasi dan dampaknya bagi masyarakat.

Menurut Wahyudi, keterbatasan APBD justru harus mendorong pemerintah memaksimalkan kolaborasi dengan dunia usaha lewat CSR, bukan menjadi alasan untuk tertutup soal pengelolaannya. Ia mengingatkan agar CSR tidak berhenti pada seremoni dan dokumentasi kegiatan saja, melainkan benar-benar memberi manfaat nyata.

Baca Juga :  Modus "Pecah Paket" Menguat, Gradasi Desak Anggaran Miliaran Rupiah BPKAD Lamsel Wajib Diperiksa

Ia menyoroti bahwa Pemprov Lampung sebenarnya sudah punya payung hukum lewat Perda No. 5/2024 dan Pergub No. 14/2025, serta wacana dashboard digital CSR — namun ia meminta regulasi itu tidak berhenti jadi dokumen administratif semata. Sebagai pembanding, ia menyebut langkah Pemkab Dharmasraya, Sumatera Barat, yang dinilai lebih berani mengonsolidasikan CSR untuk pembangunan.

Kritik juga ditujukan ke bupati/wali kota se-Lampung agar tidak menjadikan CSR sekadar alat pencitraan, serta menyoroti kebijakan hibah ke instansi vertikal yang menurutnya juga perlu dibuka ke publik dari sisi penerima, anggaran, dan tujuannya.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Ajak Masyarakat Jadikan Bayar Pajak sebagai Investasi Pembangunan Daerah

Wahyudi mendorong DPRD Lampung memperkuat fungsi pengawasan dengan meminta data lengkap perusahaan pemberi CSR, serta mendorong BPK dan lembaga pengawas turut memeriksa tata kelolanya — bukan karena menuduh ada masalah, tapi untuk memastikan kepatuhan aturan.

Ia menegaskan Gepak mendukung kontribusi perusahaan dan upaya pemerintah mencari pembiayaan di luar APBD, asalkan dibangun di atas prinsip transparansi dan akuntabilitas. (Red)

Follow WhatsApp Channel metodik.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyedia Bergilir dari Setda sampai RSUD, Hingga Bangun Rumah Dinas Kejari dan Klinik Polres Pakai Uang APBD Waykanan, FAGAS Pertanyakan Independensi Penegak Hukum
Tak Kunjung Ditemui, Demonstran Lampung Bentrok dengan Petugas Kementerian Imipas
FAGAS Lampung “Bongkar Aib” Pengelolaan Anggaran Dinas PUPR Pringsewu
JPSI Seret Dugaan Skandal KI dan KPID ke APH
Dominasi Penyedia di BPBJ Tanggamus, FAGAS: Sarat Pengondisian
FAGAS Bongkar Pola Janggal Belanja Sekwan Pringsewu
Kasus Diskominfo Lamsel Bergulir, FAGAS Ungkap Pola Janggal Belanja Rp 12 Miliar 
Perkuat Peran Satlinmas, Bandar Lampung Jadi Tuan Rumah Kemah Bhakti Satya Linmas
Berita ini 19 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Penyedia Bergilir dari Setda sampai RSUD, Hingga Bangun Rumah Dinas Kejari dan Klinik Polres Pakai Uang APBD Waykanan, FAGAS Pertanyakan Independensi Penegak Hukum

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Tak Kunjung Ditemui, Demonstran Lampung Bentrok dengan Petugas Kementerian Imipas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:12 WIB

FAGAS Lampung “Bongkar Aib” Pengelolaan Anggaran Dinas PUPR Pringsewu

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:41 WIB

JPSI Seret Dugaan Skandal KI dan KPID ke APH

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Dominasi Penyedia di BPBJ Tanggamus, FAGAS: Sarat Pengondisian

Berita Terbaru