
Panglima GML Indonesia Provinsi Lampung, Arif GunawanMETODIK.ID, BANDARLAMPUNG — Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Munas HIPMI) yang dijadwalkan digelar pada 10–11 Juni 2026 di Hotel Novotel Bandar Lampung menuai polemik. Isu muncul setelah salah satu calon ketua umum (Caketum) HIPMI disebut datang membawa massa yang diduga preman.
Panglima GML Indonesia Provinsi Lampung, Arif Gunawan, menyoroti dinamika yang terjadi pada gelaran Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Munas HIPMI) di Hotel Novotel Bandar Lampung, GML Imdonesia Provinsi Lampung mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga kondusifitas, keamanan, ketertiban dan jangan sampai menimbulkan kericuhan atau merugikan kepentingan umum.
“Lampung adalah rumah kita bersama. Junjung tinggi falsafah hidup masyarakat Lampung yang berakar pada lima prinsip moral utama yang dikenal sebagai Piil Pesenggiri. Kelima nilai ini menjadi pedoman etika, harga diri, dan tata krama dalam bermasyarakat, berinteraksi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan,” tegas Bang Gun.
Bang Gun menyatakan pihaknya siap mengawal keamanan dan kenyamanan masyarakat selama Munas berlangsung.
“Saya dan rekan-rekan mendukung acara Munas HIPMI di Kota Bandar Lampung dan kami siap menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Kota Bandar Lampung selama Munas berlangsung,” Lanjut Bang Gun.
Bang Gun menegaskan akan menghimpun semua pasukan Ormas yg ada di lampung.
Bang Gun juga menyampaikan Kalau sampai ada pihak pihak yang mencoba membuat kerusuhan yang berpotensi menimbulkan gangguan kita akan bergerak, dan apabila ada oknum yang membuat onar di Bumi Lampung pihaknya akan bertindak tegas.
“Ini Bumi Lampung …Jangan sok jago mengatas namakan preman….. Jangan bikin gaduh di bumi Lampung… Tutup Bng Gun dengan nada lantang. (Red)




Tidak ada komentar