Wapres Tinjau Jembatan Way Bungur, FAGAS Soroti Absennya Gubernur Lampung: Etika Pemerintahan Jangan Dikalahkan Dinamika Politik

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

METODIK.ID, Bandar Lampung – Kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka ke Provinsi Lampung untuk meninjau progres pembangunan Jembatan Way Bungur di Kabupaten Lampung Timur menuai perhatian publik.

Di tengah agenda strategis yang berkaitan dengan percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah, Gubernur Lampung tidak tampak mendampingi Wakil Presiden dalam rangkaian kunjungan tersebut. Wakil Presiden diketahui didampingi Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela.

Ketidakhadiran Gubernur Lampung dalam agenda kenegaraan tersebut mendapat sorotan dari Front Aksi Anti Gratifikasi (FAGAS). Koordinator Lapangan FAGAS, Wahyu Hidayat, menilai bahwa kehadiran kepala daerah dalam kunjungan Presiden maupun Wakil Presiden bukan semata persoalan administratif, melainkan bagian dari etika penyelenggaraan pemerintahan dan bentuk penghormatan terhadap institusi negara.

Di tengah kesibukan apa pun, seorang gubernur idealnya hadir mendampingi Wakil Presiden ketika melakukan kunjungan kerja ke daerah. Kehadiran itu bukan hanya soal seremoni, tetapi menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat dalam mengawal pembangunan,” ujar Wahyu Hidayat.

Menurut Wahyu, pembangunan Jembatan Way Bungur merupakan proyek yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, momentum kunjungan Wakil Presiden seharusnya dimanfaatkan untuk memperlihatkan soliditas pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan.

Baca Juga :  Terima Kunjungan Kohati HMI Bandar Lampung, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kepemimpinan dan Kepercayaan Diri Perempuan Muda

Ia menambahkan, meskipun tidak terdapat aturan yang secara eksplisit mewajibkan Gubernur mendampingi Wakil Presiden dalam setiap kunjungan kerja, tradisi pemerintahan selama ini menunjukkan bahwa kepala daerah lazim hadir sebagai representasi pemerintah daerah sekaligus bentuk penghormatan terhadap agenda kenegaraan.

Publik tentu berhak bertanya mengapa Gubernur tidak hadir. Apalagi ini bukan agenda biasa, melainkan kunjungan Wakil Presiden yang meninjau langsung pembangunan infrastruktur strategis. Ketidakhadiran tersebut dapat menimbulkan berbagai persepsi di tengah masyarakat,” katanya.

Wahyu juga mengingatkan agar Pemerintah Provinsi Lampung memberikan penjelasan resmi mengenai alasan ketidakhadiran Gubernur. Menurutnya, transparansi penting untuk mencegah berkembangnya spekulasi yang dapat mengganggu kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

Jangan sampai ruang kosong informasi diisi oleh spekulasi. Pemerintah perlu memberikan penjelasan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak menafsirkan sendiri alasan di balik absennya Gubernur,” ujarnya.

Terkait munculnya berbagai pandangan yang mengaitkan ketidakhadiran tersebut dengan dinamika politik, Wahyu menegaskan bahwa hal itu belum dapat disimpulkan tanpa dasar yang jelas. Namun, ia menilai persepsi publik tidak bisa diabaikan mengingat hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah selalu menjadi perhatian masyarakat.

Baca Juga :  FAGAS Ungkap Dugaan Penyimpangan Anggaran di Satker PJN Wilayah II Lampung

Kalau komunikasi politik antara pemerintah pusat dan daerah berjalan baik, semestinya simbol-simbol kebersamaan juga terlihat dalam setiap agenda penting kenegaraan. Karena itu, pemerintah perlu memastikan tidak ada ruang bagi munculnya kesan adanya jarak politik yang dapat mengganggu kepercayaan masyarakat. Yang dibutuhkan rakyat adalah kolaborasi, bukan persepsi tentang disharmoni,” tegasnya.

FAGAS berharap kunjungan Wakil Presiden ke Lampung menjadi momentum untuk mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Menurut Wahyu, kepentingan masyarakat harus ditempatkan di atas dinamika politik apa pun, sehingga seluruh unsur pemerintahan dapat menunjukkan komitmen yang sama dalam menghadirkan pelayanan dan pembangunan yang optimal bagi masyarakat Lampung. (Res)

Follow WhatsApp Channel metodik.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Massa ALAM BAKA Geruduk Wisma Danantara, Soroti Aset PTPN Terbengkalai hingga Program KDMP-KNMP
Geruduk Badan Gizi Nasional, ALAM BAKA Tuntut Audit Menyeluruh Program MBG Lampung
Kepung Kejagung RI, ALAM BAKA Desak Tetapkan Tersangka Kasus Mafia Tanah dan Korupsi di Lampung
DPRD Lampung Desak Semua Wajib Pajak Air Permukaan Pasang Water Meter
Janggal! FAGAS Curigai Proyek Jalan-Trotoar SMI Bandar Lampung Sarat Rekayasa Tender
Kostiana Minta Bapenda Maksimalkan Potensi PAD yang Belum Tergarap
Berkas Cawabup Way Kanan M. Galang Putra Rahman Diserahkan ke Bupati Ayu Asalasiyah
Aris Tama: Jaga Independensi Aparat, Jangan Kaitkan Hukum dengan Presiden Tanpa Dasar
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Massa ALAM BAKA Geruduk Wisma Danantara, Soroti Aset PTPN Terbengkalai hingga Program KDMP-KNMP

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Geruduk Badan Gizi Nasional, ALAM BAKA Tuntut Audit Menyeluruh Program MBG Lampung

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Kepung Kejagung RI, ALAM BAKA Desak Tetapkan Tersangka Kasus Mafia Tanah dan Korupsi di Lampung

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:35 WIB

DPRD Lampung Desak Semua Wajib Pajak Air Permukaan Pasang Water Meter

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Janggal! FAGAS Curigai Proyek Jalan-Trotoar SMI Bandar Lampung Sarat Rekayasa Tender

Berita Terbaru

Pendidikan

Polinela Disoal, Fagas Laporkan Temuan ke Kemdiktisaintek RI

Selasa, 18 Agu 2026 - 11:08 WIB