Mendagri Dorong Forkopimda Sumatera Solid Jaga Pertumbuhan Ekonomi dan Stabilitas Daerah

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Batam – Gubernur Lampung diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Lampung M. Firsada mengikuti Rapat Koordinasi Forkopimda Regional Sumatera di Balairung Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau, Rabu (12/8/2026).

Kehadirannya menjadi bagian komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam upaya memperkuat koordinasi dan sinergi Forkopimda dalam menjaga stabilitas daerah serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera.

Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di wilayah Sumatera untuk memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, kekompakan unsur Forkopimda menjadi salah satu kunci agar berbagai persoalan di daerah dapat diselesaikan secara cepat dan efektif.

Mendagri menekankan bahwa masing-masing unsur Forkopimda memiliki kewenangan dan kekuatan yang berbeda. Apabila kekuatan tersebut disatukan melalui koordinasi yang baik, pemerintah daerah (Pemda) akan lebih mampu merespons berbagai persoalan, mulai dari politik, hukum, keamanan, hingga pembangunan.

“Forkopimda ini masing-masing punya power. Dan power ini kalau disatukan akan solid, akan bagus,” ujarnya.

Ia mengakui, membangun kekompakan Forkopimda tidak selalu mudah karena setiap unsur memiliki tugas, kewenangan, dan kepentingan masing-masing. Karena itu, komunikasi dan koordinasi perlu dibangun secara rutin, tidak hanya ketika muncul persoalan.

Baca Juga :  Momentum Iduladha, Pemprov Lampung Dorong Kepedulian dan Kesejahteraan Masyarakat

Menurutnya, kekompakan Forkopimda akan berdampak langsung terhadap efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Daerah yang memiliki hubungan harmonis antarpimpinan cenderung lebih cepat menyelesaikan berbagai persoalan, sedangkan ketidakharmonisan dapat menghambat pelaksanaan program pembangunan.

Ia menyadari bahwa setiap daerah memiliki persoalan lokal yang berbeda. Karena itu, koordinasi Forkopimda perlu diarahkan pada identifikasi masalah secara spesifik dan pencarian solusi bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Dalam konteks pembangunan ekonomi, Mendagri meminta seluruh kepala daerah di Sumatera bersama unsur Forkopimda menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada angka 5,29 persen dan menilai capaian tersebut perlu terus dipertahankan serta ditingkatkan.

“Pertumbuhan ekonomi kita di angka 5,29. Itu angka yang sangat bagus,” ungkapnya.

Meski demikian, Mendagri mengingatkan bahwa capaian ekonomi antardaerah masih beragam. Di wilayah Sumatera, ia menyebut Kepulauan Riau dan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi di atas angka nasional.

Baca Juga :  Bunda Eva Raih Penghargaan Women in Public Policy di Ajang Nasional 2026

Karena itu, ia meminta daerah lain memperkuat koordinasi untuk mendorong aktivitas ekonomi, termasuk memastikan program dan belanja pemerintah berjalan efektif. “Tolong rekan-rekan yang daerah lain, provinsi lain betul-betul harus melakukan koordinasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dan ini harus didukung oleh teman-teman Forkopimda,” jelasnya.

Di sisi lain, Mendagri juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga barang dan jasa. Menurutnya, inflasi, terutama pada komoditas pangan, dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat dan berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan serta politik apabila tidak ditangani secara tepat.

“Karena kalau terjadi kenaikan harga barang dan jasa, harga pangan terutama, itu dampaknya akan langsung ke situasi keamanan,” jelasnya.

Ia meminta Forkopimda ikut mendukung upaya pengendalian inflasi melalui langkah konkret sesuai kondisi masing-masing daerah. Pengendalian tersebut, lanjutnya, tidak dapat hanya dibebankan kepada kepala daerah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh unsur Forkopimda.

Turut hadir Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari, gubernur dan bupati/wali kota se-Sumatera, Forkopimda se-Sumatera, serta pejabat terkait lainnya.

Follow WhatsApp Channel metodik.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggaran BKAD Lambar 2023-2024 Bocor? FAGAS beberkan banyak temuan
Penyedia Bergilir dari Setda sampai RSUD, Hingga Bangun Rumah Dinas Kejari dan Klinik Polres Pakai Uang APBD Waykanan, FAGAS Pertanyakan Independensi Penegak Hukum
Tak Kunjung Ditemui, Demonstran Lampung Bentrok dengan Petugas Kementerian Imipas
FAGAS Lampung “Bongkar Aib” Pengelolaan Anggaran Dinas PUPR Pringsewu
JPSI Seret Dugaan Skandal KI dan KPID ke APH
Dominasi Penyedia di BPBJ Tanggamus, FAGAS: Sarat Pengondisian
FAGAS Bongkar Pola Janggal Belanja Sekwan Pringsewu
Kasus Diskominfo Lamsel Bergulir, FAGAS Ungkap Pola Janggal Belanja Rp 12 Miliar 
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 21:46 WIB

Anggaran BKAD Lambar 2023-2024 Bocor? FAGAS beberkan banyak temuan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Tak Kunjung Ditemui, Demonstran Lampung Bentrok dengan Petugas Kementerian Imipas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:12 WIB

FAGAS Lampung “Bongkar Aib” Pengelolaan Anggaran Dinas PUPR Pringsewu

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:41 WIB

JPSI Seret Dugaan Skandal KI dan KPID ke APH

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Dominasi Penyedia di BPBJ Tanggamus, FAGAS: Sarat Pengondisian

Berita Terbaru

Pemerintahan

Anggaran BKAD Lambar 2023-2024 Bocor? FAGAS beberkan banyak temuan

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:46 WIB