Jaga Stabilitas Harga, Pemprov Lampung Intensifkan Distribusi Bahan Pangan Murah

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung —- Pemerintah Provinsi Lampung bergerak cepat menyikapi lonjakan harga minyak goreng yang memicu inflasi bulanan sebesar 0,53 persen pada April 2026. Melalui kerja sama strategis dengan Perum Bulog, Pemerintah Provinsi Lampung mulai menyalurkan ratusan ribu liter Minyakita secara serentak ke 15 kabupaten dan kota di seluruh wilayah Lampung guna menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasaran.

​Intervensi pasar ini dinilai krusial untuk menjaga daya beli masyarakat. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, M. Zimmi Skil, memastikan bahwa harga jual Minyakita dalam operasi pasar ini dipatok Rp15.500 per liter, jauh di bawah harga pasar saat ini. Untuk menjamin keadilan distribusi dan mencegah praktik spekulasi atau penimbunan, pembelian dibatasi maksimal dua liter per warga.

​“Pembatasan kuota wajib diberlakukan supaya semua masyarakat yang antre kebagian jatah dan tidak ada pihak yang menimbun barang,” ujar M. Zimmi Skil.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Dorong Ekosistem Pembiayaan Daerah Yang Transparan dan Berkelanjutan

Pemerhati Pembangunan sekaligus anggota Tim Percepatan Pembangunan (TPP) Gubernur Lampung Bidang Perindustrian dan Perdagangan, Mahendra Utama, menekankan bahwa langkah ini merupakan bentuk kehadiran negara di tengah gejolak harga.

​“Operasi pasar bertindak layaknya peredam kejut ketika rantai distribusi terganggu. Kalau negara absen saat harga bahan pokok bergejolak, pendapatan riil rumah tangga akan langsung tergerus. Upaya stabilisasi harus nyata dan langsung menyentuh masyarakat, bukan sebatas rapat birokrasi di atas kertas,” tegas Mahendra Utama saat memberikan keterangan di Bandar Lampung, Senin (11/5).

​Mahendra mengungkapkan, kelangkaan Minyakita belakangan ini disebabkan oleh besarnya alokasi pada periode Februari hingga April yang terserap untuk program bantuan sosial. Hal tersebut berdampak pada menyusutnya pasokan reguler bagi pedagang eceran. Guna mengatasi hal tersebut, operasi pasar akan dilaksanakan secara intensif mulai Selasa, 12 Mei 2026, hingga akhir bulan pada setiap hari kerja.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Dorong RSUD BNH Menuju Green and Sport Hospital

Menutup keterangannya, Mahendra Utama menekankan bahwa ketersediaan barang dengan harga terjangkau adalah bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mengelola ketahanan pangan daerah.

​“Piring makan keluarga tetap terjamin isinya, tanpa membuat para ibu rumah tangga khawatir akan lonjakan harga bahan pokok,” pungkas Mahendra.

Pemimpin Wilayah Bulog Lampung, Rindho Safutra, yang mewakili Direktur Utama Ahmad Rizal Ramdani, menyatakan kesiapannya untuk menjamin kelancaran rantai pasok. Pihaknya terus memacu proses bongkar muat agar penyaluran ke seluruh titik berjalan sesuai regulasi Kementerian Perdagangan.

​Pelaksanaan distribusi pangan murah ini menyasar titik-titik vital ekonomi warga. Di Bandar Lampung, penyaluran dilakukan di Pasar Panjang, Kangkung, Tugu, Way Halim, dan Pasir Gintung. Sementara itu, jangkauan operasi juga menyentuh daerah lain seperti Pasar Simpang Pematang di Kabupaten Mesuji hingga Pasar Kopindo di Kota Metro.

Follow WhatsApp Channel metodik.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Kunjung Ditemui, Demonstran Lampung Bentrok dengan Petugas Kementerian Imipas
FAGAS Lampung “Bongkar Aib” Pengelolaan Anggaran Dinas PUPR Pringsewu
JPSI Seret Dugaan Skandal KI dan KPID ke APH
Dominasi Penyedia di BPBJ Tanggamus, FAGAS: Sarat Pengondisian
FAGAS Bongkar Pola Janggal Belanja Sekwan Pringsewu
Kasus Diskominfo Lamsel Bergulir, FAGAS Ungkap Pola Janggal Belanja Rp 12 Miliar 
Perkuat Peran Satlinmas, Bandar Lampung Jadi Tuan Rumah Kemah Bhakti Satya Linmas
FAGAS Bongkar Dugaan Pengondisian Penyedia di Bagian Umum Setda Pringsewu
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Tak Kunjung Ditemui, Demonstran Lampung Bentrok dengan Petugas Kementerian Imipas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:12 WIB

FAGAS Lampung “Bongkar Aib” Pengelolaan Anggaran Dinas PUPR Pringsewu

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:41 WIB

JPSI Seret Dugaan Skandal KI dan KPID ke APH

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Dominasi Penyedia di BPBJ Tanggamus, FAGAS: Sarat Pengondisian

Rabu, 30 September 2026 - 11:26 WIB

FAGAS Bongkar Pola Janggal Belanja Sekwan Pringsewu

Berita Terbaru