Pemprov Lampung Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Sukseskan Festival Krakatau 2026

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 19:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penyelenggaraan Festival Krakatau 2026. Sinergi pemerintah, dunia usaha, komunitas, media, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menghadirkan event pariwisata yang berkualitas sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengatakan bahwa Festival Krakatau merupakan agenda strategis yang membawa nama Lampung di tingkat nasional. Memasuki penyelenggaraan ke-35 pada 2026, festival tersebut telah menjadi bagian penting dalam promosi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif daerah.

Menurut Marindo, konsistensi penyelenggaraan Festival Krakatau telah mendapatkan pengakuan nasional. Pada 2026, Festival Krakatau kembali berhasil melewati proses kurasi dan masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, serta menjadi bagian dari 110 event terbaik di Indonesia.

“Festival Krakatau bukan sekadar agenda tahunan, tetapi telah menjadi salah satu etalase Provinsi Lampung. Karena itu, penyelenggaraannya harus terus ditingkatkan agar semakin berkualitas, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta perekonomian daerah,” ujar Marindo.

Ia menegaskan, Pemprov Lampung mendorong pola kolaborasi sebagai bagian dari kebijakan pembangunan pariwisata yang melibatkan seluruh unsur pentahelix. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mengembangkan sektor pariwisata, terlebih untuk menghadirkan event berskala besar dengan standar nasional.

Kolaborasi tersebut, lanjut Marindo, diharapkan dapat memperkuat kualitas acara sekaligus memperbesar dampak penyelenggaraan Festival Krakatau terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, pertumbuhan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, pelestarian budaya, serta penguatan citra Lampung sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Dukung Penuh Lampung Financial Festival, Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda

“Semangatnya adalah gotong royong dan kolaborasi. Pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi dunia usaha, BUMN, BUMD, perbankan, komunitas, media, pelaku ekonomi kreatif, dan seluruh mitra pembangunan untuk bersama-sama menjadikan Festival Krakatau sebagai kebanggaan Lampung,” katanya.

Marindo menjelaskan, dukungan APBD tetap menjadi bagian dalam penyelenggaraan Festival Krakatau 2026. Namun, dengan kebutuhan penyelenggaraan yang semakin besar dan tuntutan peningkatan kualitas event, diperlukan dukungan berbagai pihak melalui pola kerja sama yang transparan, saling menguntungkan, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Toni Ferdinansyah, menjelaskan bahwa secara teknis Festival Krakatau 2026 terus dipersiapkan untuk memenuhi standar penyelenggaraan event nasional.

Peningkatan kualitas diarahkan pada berbagai aspek, mulai dari substansi dan kemasan acara, pelayanan kepada pengunjung, promosi, keamanan, kenyamanan, hingga penguatan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif.

“Masuknya Festival Krakatau dalam Karisma Event Nusantara 2026 menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab. Kami harus memastikan kualitas penyelenggaraannya terus meningkat dan memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat maupun wisatawan,” ujar Toni.

Dalam mendukung pelaksanaan teknis kegiatan, Disparekraf Provinsi Lampung bersama mitra pelaksana, Tim Riang-Riang Gembira Creative, membuka peluang kolaborasi dengan perbankan, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, serta berbagai mitra strategis lainnya melalui skema sponsorship dan bentuk kerja sama lain yang sesuai dengan ketentuan.

Baca Juga :  Festival Band Meriahkan Hari Ketiga Festival Krakatau 2026, Lima Grup Melaju ke Babak Final

Menurut Toni, keterlibatan mitra dirancang dengan prinsip saling memberikan manfaat. Selain berkontribusi terhadap kesuksesan Festival Krakatau 2026, mitra dapat memperoleh manfaat berupa peningkatan eksposur merek, penguatan citra perusahaan, aktivasi promosi, perluasan jejaring bisnis, serta keterlibatan langsung dalam salah satu agenda pariwisata nasional.

“Kami ingin membangun kolaborasi yang sehat dan profesional. Festival Krakatau memiliki daya tarik dan jangkauan publik yang luas, sehingga dapat menjadi ruang promosi sekaligus bentuk partisipasi dunia usaha dalam mendukung kemajuan pariwisata Lampung,” jelas Toni.

Ia menambahkan, keterbatasan alokasi anggaran melalui APBD menjadi salah satu alasan pentingnya memperluas kolaborasi. Cakupan festival yang besar membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan dan menghadirkan program-program yang memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan, masyarakat, UMKM, serta pelaku ekonomi kreatif.

Melalui kolaborasi yang semakin kuat, Festival Krakatau 2026 diharapkan tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.

Pemerintah Provinsi Lampung mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, komunitas, media, dan mitra pembangunan untuk bersama-sama menyukseskan Festival Krakatau 2026 sebagai momentum memperkenalkan kekayaan budaya, keindahan alam, dan potensi pariwisata Lampung kepada Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel metodik.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggaran BKAD Lambar 2023-2024 Bocor? FAGAS beberkan banyak temuan
Penyedia Bergilir dari Setda sampai RSUD, Hingga Bangun Rumah Dinas Kejari dan Klinik Polres Pakai Uang APBD Waykanan, FAGAS Pertanyakan Independensi Penegak Hukum
Tak Kunjung Ditemui, Demonstran Lampung Bentrok dengan Petugas Kementerian Imipas
FAGAS Lampung “Bongkar Aib” Pengelolaan Anggaran Dinas PUPR Pringsewu
JPSI Seret Dugaan Skandal KI dan KPID ke APH
Dominasi Penyedia di BPBJ Tanggamus, FAGAS: Sarat Pengondisian
FAGAS Bongkar Pola Janggal Belanja Sekwan Pringsewu
Kasus Diskominfo Lamsel Bergulir, FAGAS Ungkap Pola Janggal Belanja Rp 12 Miliar 
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 21:46 WIB

Anggaran BKAD Lambar 2023-2024 Bocor? FAGAS beberkan banyak temuan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Penyedia Bergilir dari Setda sampai RSUD, Hingga Bangun Rumah Dinas Kejari dan Klinik Polres Pakai Uang APBD Waykanan, FAGAS Pertanyakan Independensi Penegak Hukum

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Tak Kunjung Ditemui, Demonstran Lampung Bentrok dengan Petugas Kementerian Imipas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:12 WIB

FAGAS Lampung “Bongkar Aib” Pengelolaan Anggaran Dinas PUPR Pringsewu

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:41 WIB

JPSI Seret Dugaan Skandal KI dan KPID ke APH

Berita Terbaru

Pemerintahan

Anggaran BKAD Lambar 2023-2024 Bocor? FAGAS beberkan banyak temuan

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:46 WIB