Pemprov Lampung Perkuat Strategi Lawan TBC, Didukung Pemerintah Pusat

- Jurnalis

Selasa, 14 April 2026 - 20:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung —- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempercepat eliminasi tuberkulosis (TBC) secara berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus dan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus, di Gedung Semergou Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).

Dalam sambutannya, ​Gubernur menyampaikan bahwa kehadiran dua pimpinan kementerian tersebut menjadi dorongan moril dan penguatan aksi nyata bagi daerah dalam penanganan kasus TBC, khususnya dalam hal penemuan dini dan penatalaksanaan pasien.

​”Kunjungan ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan bagi kami di daerah untuk memperkuat komitmen dan aksi nyata sebagai upaya percepatan eliminasi tuberkulosis yang berkelanjutan di Provinsi Lampung,” ujar Gubernur.

​Gubernur kemudian menjelaskan bahwa TBC merupakan tantangan serius yang berdampak langsung pada kesejahteraan sosial dan ekonomi.

“Kami sadar apabila TBC ini sudah terjangkit di tengah masyarakat tentunya akan sangat menular, akan meresahkan masyarakat, menurunkan produktivitas, dan akan menyulitkan dalam mencapai target-target pembangunan kami,” tegasnya.

​Gubernur selanjutnya memaparkan keberhasilan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden. Melalui CKG, deteksi dini berbagai penyakit tidak menular dapat dilakukan secara masif di tingkat Puskesmas, yang diharapkan mampu menekan angka rujukan di rumah sakit besar seperti RSUD Abdul Moeloek.

Baca Juga :  Sekdaprov Marindo Apresiasi Perhatian Khusus Kemendagri terhadap Provinsi Lampung

​Terkait kinerja kesehatan, Provinsi Lampung menunjukkan tren positif. Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan pada tahun 2024 mencapai 103% dan meningkat tajam menjadi 131% pada tahun 2025. Adapun untuk tingkat kesembuhan atau enrollment pengobatan TBC sensitif obat, Lampung mencatatkan angka 98% pada tahun 2025 dan telah mencapai 81% pada triwulan pertama tahun 2026.

​Meskipun demikian, Gubernur menginstruksikan seluruh jajaran, khususnya Pemerintah Kota Bandar Lampung dan para kader kesehatan, untuk tidak lengah dan terus meningkatkan penemuan kasus aktif. Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan eliminasi TBC terletak pada kekuatan kolaborasi.

​”Kita tidak akan bisa mencapai target-target yang direncanakan oleh pemerintah pusat apabila pemerintah bekerja sendiri. Kita harus berkolaborasi dengan semua sektor. Ajak semua pihak, masyarakat, komunitas, hingga ormas dalam penanggulangan ini. Pemerintah hari ini harus pintar melakukan kolaborasi,” tutup Gubernur.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus memaparkan strategi baru yang tidak hanya fokus pada pengobatan pasien sakit, tetapi juga pada pencegahan. Salah satunya adalah melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang terintegrasi dengan penemuan kasus TBC.

Di Kota Bandar Lampung, Kemenkes memproyeksikan pemeriksaan terhadap 20.000 orang yang merupakan kontak erat dari sekitar 4.000 pasien TBC yang ditemukan tahun lalu.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Pastikan Infrastruktur dan SDM Siap, Dukung Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih

​”Kalau kita mau berantas TBC dari Lampung, maka semua orang yang tidak sakit (kontak erat) harus mendapatkan obat pencegahan (TPT). Kuman itu dimatikan sebelum dia bisa bangun,” tegasnya.

​Untuk mendukung keberhasilan program ini, Wamenkes membawa kabar baik mengenai dukungan anggaran dan kesejahteraan kader. Kemenkes telah mengalokasikan tambahan anggaran ekstra sebesar Rp4,1 triliun khusus untuk pemberantasan TBC, termasuk pengadaan alat rontgen dan pemberian insentif bagi kader TB di tingkat desa/kelurahan.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa penanggulangan TB merupakan atensi khusus Presiden RI dengan target penyelesaian dalam kurun waktu tiga tahun. Ia menekankan bahwa kehadiran pemerintah pusat di daerah adalah untuk memastikan komitmen tersebut berjalan secara operasional hingga ke tingkat akar rumput.

​”Bapak Presiden memberikan atensi khusus, kasih target kepada kita tiga tahun ini harus sudah tuntas,” ujar Wamendagri.

Wamendagri mengingatkan bahwa TB bukanlah sebuah aib dan masyarakat harus diberikan edukasi bahwa penyakit ini dapat disembuhkan secara total. Ia mendorong kolaborasi aktif dengan TNI, Polri, dan kader kelurahan sebagai ujung tombak deteksi dini demi mewujudkan kualitas SDM yang unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.

Follow WhatsApp Channel metodik.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Kunjung Ditemui, Demonstran Lampung Bentrok dengan Petugas Kementerian Imipas
FAGAS Lampung “Bongkar Aib” Pengelolaan Anggaran Dinas PUPR Pringsewu
JPSI Seret Dugaan Skandal KI dan KPID ke APH
Dominasi Penyedia di BPBJ Tanggamus, FAGAS: Sarat Pengondisian
FAGAS Bongkar Pola Janggal Belanja Sekwan Pringsewu
Kasus Diskominfo Lamsel Bergulir, FAGAS Ungkap Pola Janggal Belanja Rp 12 Miliar 
Perkuat Peran Satlinmas, Bandar Lampung Jadi Tuan Rumah Kemah Bhakti Satya Linmas
FAGAS Bongkar Dugaan Pengondisian Penyedia di Bagian Umum Setda Pringsewu
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Tak Kunjung Ditemui, Demonstran Lampung Bentrok dengan Petugas Kementerian Imipas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:12 WIB

FAGAS Lampung “Bongkar Aib” Pengelolaan Anggaran Dinas PUPR Pringsewu

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:41 WIB

JPSI Seret Dugaan Skandal KI dan KPID ke APH

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Dominasi Penyedia di BPBJ Tanggamus, FAGAS: Sarat Pengondisian

Rabu, 30 September 2026 - 11:26 WIB

FAGAS Bongkar Pola Janggal Belanja Sekwan Pringsewu

Berita Terbaru