Khutbah Jumat: Tanda Shalat Kita Diterima

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

METODIK.ID, Shalat adalah ibadah yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya tanpa melalui perantara. Maka, sudah sepatutnya kita yang mengaku sebagai umat beliau benar-benar memperhatikan ibadah yang agung ini, sambil terus berharap agar shalat yang kita jaga selama ini diterima oleh Sang Khalik.

Dilansir dari NU Online, khutbah Jumat kali ini berjudul “Tanda Shalat Kita Diterima”, mengingatkan agar umat Islam menjaga shalatnya agar tidak hanya sekadar rutinitas semata.

Khutbah I

الَّذِي هَدَانَا لِلْإِسْلَامِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ الْوَاحِدُ الْغَفَّارُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمُصْطَفَى الْمُخْتَارُ. صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ عَلَى سيدنا محمد وَعَلَى جَمِيعِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمَلَائِكَةِ وَآلِ كُلٍّ وَأَتْبَاعِهِمُ الْكِرَامِ، صَلَوَاتٍ مُتَضَاعِفَاتٍ دَائِمَاتٍ بِلَا انْفِصَامٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ الحَاضِرُونَ، أُوصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَهِيَ وَصِيَّتُهُ لِلْأَوَّلِينَ وَٱلْآخِرِينَ، قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِيْنَ أُوتُوْا ٱلْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ ٱتَّقُوْا اللّٰهَ

Hadirin jemaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, ibadah sering kali hanya menjadi rutinitas simbolik. Shalat dikerjakan sekadar untuk menggugurkan kewajiban. Karena itu, Baginda Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan kita dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:

Artinya: “Akan datang suatu masa menimpa manusia, banyak yang melakukan shalat, padahal sebenarnya mereka tidak shalat.”

Hadits ini mengingatkan kita untuk senantiasa menjaga shalat dari seluruh aspek yang berkaitan dengannya, mulai dari sisi fiqih hingga hakikat shalat itu sendiri.

Dalam QS Al-Baqarah ayat 238, Allah Ta’ala berfirman:

حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوٰتِ وَالصَّلٰوةِ الْوُسْطٰى وَقُوْمُوْا لِلّٰهِ قٰنِتِيْنَ

Artinya: “Peliharalah semua shalat fardu dan shalat Wustha. Berdirilah karena Allah dalam shalat dengan khusyuk.”

Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Marah Labid jilid II halaman 218 menjelaskan bahwa ayat tersebut memerintahkan kita untuk menjaga shalat dengan menyempurnakan rukun dan syarat-syaratnya.

Tidak hanya itu, dalam penggalan ayat tersebut kita juga diperintahkan untuk berdiri dalam shalat dengan keadaan khusyuk. Ini menjadi rambu-rambu tentang hakikat shalat, yaitu penyerahan diri secara total kepada Allah, melalui sujud dan kepasrahan kepada Tuhan semesta alam.

Hadirin jemaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Setelah mengerjakan shalat dengan tata cara fiqih yang benar dan berusaha mengamalkan hakikat shalat, terkadang kita masih dihadapkan pada kekhawatiran mengenai apakah shalat kita diterima atau tidak? Kekhawatiran seperti ini sejatinya penting bagi seorang mukmin, karena dapat membuatnya lebih giat dalam memperhatikan dan memperbaiki setiap shalat yang ia lakukan.

Imam An-Nakha’i bahkan mengatakan bahwa waswas yang menghinggapi seseorang saat menunaikan shalat adalah salah satu tanda bahwa shalat tersebut telah diterima. Tanpa rasa waswas sama sekali, shalat seseorang dikhawatirkan tidak diterima karena menyerupai ibadah kalangan Yahudi dan Nasrani.

Baca Juga :  Diah Dharma Yanti Dorong Sinergi HKTI dan Pemprov untuk Kesejahteraan Petani

Syekh Sa’id Muhammad Ba’asyin dalam kitab Busyral Karim, terbitan Darul Fikr Beirut tahun 2012, jilid 1, halaman 246, menukil perkataan Imam An-Nakha’i:

وَقَالَ النَّخَعِيُّ: كُلُّ صَلَاةٍ لَا وَسْوَسَةَ فِيهَا لَا تُقْبَلُ، لِأَنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى لَا وَسْوَسَةَ لَهُمْ

Artinya: “Imam An-Nakha’i mengatakan bahwa setiap shalat yang tidak ada waswas di dalamnya tidak diterima, karena Yahudi dan Nasrani tidak merasakan waswas dalam shalat mereka.”

Keterangan ini tentu sama sekali bukan anjuran untuk sengaja waswas atau sengaja dibuat gelisah dalam shalatnya. Maksudnya, shalat adalah tempat bertemunya seorang hamba dengan Allah Ta’ala. Setan pasti berusaha mengganggu. Kalau seseorang shalat dan sama sekali tidak merasa terganggu pikirannya, hal itu sering kali justru menjadi tanda bahwa hatinya sedang lalai total, sehingga setan tidak perlu bersusah payah mengganggunya.

Hadirin jemaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Karena itu, penting bagi kita sebagai orang beriman untuk terus memperhatikan dan memperbaiki shalat kita. Mari kita perbaiki shalat kita, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Mirqatush Shu’udit Tashdiq fi Syarhi Sullamit Tawfiq, halaman 76:

وَشُرِطَ مَعَ مَا مَرَّ لِقَبُولِهَا عِنْدَ اللّٰهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَنْ يَقْصِدَ بِهَا وَجْهَ اللّٰهِ تَعَالَى وَحْدَهُ، وَأَنْ يَكُونَ مَأْكُولُهُ وَمَلْبُوسُهُ وَمُصَلَّاهُ حَلَالًا، وَأَنْ يَحْضُرَ قَلْبُهُ فِيهَا فَلَيْسَ لَهُ مِنْ صَلَاتِهِ إِلَّا مَا عَقَلَ مِنْهَا، وَأَنْ لَا يُعْجَبَ بِهَا.

Artinya: “Agar shalat diterima oleh Allah SWT, syarat-syarat berikut perlu diperhatikan: Pertama, shalat harus dikerjakan hanya bertujuan kepada Allah SWT semata. Kedua, makanan, pakaian, dan tempat shalatnya harus halal. Ketiga, menghadirkan hati dalam shalat atau khusyuk, karena seseorang tidak mendapatkan sesuatu dari shalatnya selain apa yang ia renungkan. Keempat, tidak berbangga diri dengan shalatnya.”

Namun demikian, diterima atau ditolaknya sebuah amal ibadah memang sulit untuk diukur. Keputusan untuk menerima atau menolak amal adalah hak prerogatif Allah Ta’ala. Manusia, siapa pun dia, tidak boleh menjatuhkan vonis atas penerimaan atau penolakan amal seseorang, bahkan atas amal dirinya sendiri.

Hadirin jemaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Meskipun kita tidak bisa mengetahui secara pasti apakah shalat kita diterima atau ditolak, para ulama merumuskan beberapa tanda bahwa amal kita diterima oleh Allah Ta’ala.

Syekh Ahmad Zarruq dalam Syarhul Hikam, terbitan As-Syirkatul Qaumiyyah tahun 2010 M/1431 H, halaman 80–81, mengutip hikmah Imam Ibnu Athaillah RA:

مَنْ وَجَدَ ثَمْرَةَ عَمَلِهِ عَاجِلًا فَهُوَ دَلِيلٌ عَلَى وُجُودِ الْقَبُولِ

Artinya: “Siapa pun yang mendapati buah dari amalnya di dunia dengan segera, maka itu adalah tanda bahwa amal tersebut telah diterima.”

Khusus dalam urusan shalat, yang diterima tentu berdampak nyata dalam kehidupan. Dampaknya sangat diutamakan pada akhlak yang membaik, lisan yang semakin beradab, perilaku yang semakin taat, dan hati yang semakin tenteram.

Baca Juga :  Ketua DPRD Lampung Apresiasi Program Promo Tambah Daya PLN di Bulan Ramadan

Hadirin jemaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Mari kita perbaiki shalat kita. Jangan lelah untuk terus berharap agar shalat kita diterima di sisi Allah Ta’ala. Yakinlah, ditakdirkan untuk bisa bersujud adalah nikmat yang amat agung. Nikmat yang bahkan selalu diinginkan oleh mereka yang telah meninggal dunia. Jangan sampai kita baru menyesal setelah kehilangan nikmat sujud kepada Allah Ta’ala.

Demikian khutbah singkat di siang hari yang penuh berkah ini. Semoga khutbah ini membawa manfaat bagi kita semua, menjadikan kita lebih giat memperbaiki shalat, dan semoga setiap shalat kita, meski masih penuh kekurangan dan kelalaian, diterima oleh Allah Ta’ala. Aamiin ya Rabbal ‘Aalamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إلَى رِضْوَانِهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا،

أَمَّا بَعْدُ. فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِى، يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلٰيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَليْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ المَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرّٰحِمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.

Follow WhatsApp Channel metodik.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, BMIWI Lampung Tegaskan Peran Strategis Muslimah
Sabah Balau Absen dari Pembahasan, Arif Gunawan: Desa yang Terlupakan
Babak Baru PBNU, Prof. Safari Daud Sampaikan Doa dan Harapan
Prof. Safari Daud: NU dan Perguruan Tinggi Keagamaan Dua Pilar yang Saling Melengkapi
Festival Krakatau XXXV Hadirkan Ruang Kreatif, Olahraga, dan Eksplorasi Kopi Lampung
Ketua DPRD Lampung Selatan Dukung Semarak Perlombaan HUT Kemerdekaan RI di Natar
Condrowati Berharap Pengurus HKTI Lampung yang Baru Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Diah Dharma Yanti Dorong Sinergi HKTI dan Pemprov untuk Kesejahteraan Petani
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:18 WIB

Sabah Balau Absen dari Pembahasan, Arif Gunawan: Desa yang Terlupakan

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Babak Baru PBNU, Prof. Safari Daud Sampaikan Doa dan Harapan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:38 WIB

Prof. Safari Daud: NU dan Perguruan Tinggi Keagamaan Dua Pilar yang Saling Melengkapi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Festival Krakatau XXXV Hadirkan Ruang Kreatif, Olahraga, dan Eksplorasi Kopi Lampung

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Ketua DPRD Lampung Selatan Dukung Semarak Perlombaan HUT Kemerdekaan RI di Natar

Berita Terbaru

Pemerintahan

BPK Soroti Anggaran BPBD Lampung, Rp4,1 Miliar Jadi Temuan

Selasa, 15 Sep 2026 - 21:15 WIB

Hukum

Setelah 3 Tahun, Nuryadin Akhirnya Terima SP3

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:17 WIB

Hukum

Persoalan Register 44, FORMAL: Negara Wajib Hadir

Minggu, 13 Sep 2026 - 13:50 WIB

Pemerintahan

Gepak Lampung Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan

Sabtu, 12 Sep 2026 - 21:43 WIB