Pemprov Lampung dan Pemerintah Pusat Perkuat Kolaborasi Wujudkan Program 3 Juta Rumah

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Selatan — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri kegiatan penanaman sejuta pohon sekaligus peresmian tugu dan prasasti di Taman Kehati, Kawasan Kotabaru, Lampung Selatan, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 Real Estate Indonesia. Kehadiran Menteri PKP bersama Gubernur Lampung menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan pengembangan kawasan permukiman, pelestarian lingkungan, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi langkah dan komitmen Gubernur Lampung dalam mendukung program pembangunan perumahan rakyat di Provinsi Lampung. Ia menilai sinergi yang dibangun Pemerintah Provinsi Lampung mampu menghadirkan langkah konkret dalam mendukung target pembangunan nasional, termasuk Program 3 Juta Rumah.

“Terima kasih kepada Gubernur Lampung atas perjuangannya yang luar biasa untuk rakyat Lampung, khususnya di bidang perumahan. Dukungan nyata seperti ini sangat penting untuk memperkuat program pemerintah,” ujar Maruarar. Maruarar juga mendorong lahirnya kebijakan penanaman pohon di setiap pembangunan rumah komersial maupun subsidi oleh pengembang sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan.

Menurutnya, pembangunan sektor perumahan tidak hanya berdampak pada penyediaan hunian, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi, mengurangi pengangguran, serta menekan angka kemiskinan.

Baca Juga :  Pemborosan APBD 2026 Dinas PKPCK Lampung, FAGAS: Miliaran Dana Daerah Mengalir ke Pembangunan Gedung Kejaksaan

Pada kesempatan itu, Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa program bedah rumah di Lampung mengalami peningkatan signifikan. Jika pada tahun sebelumnya sebanyak 3.000 rumah diperbaiki, maka tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 10.000 rumah atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong pembangunan rumah susun serta penataan kawasan kumuh di sejumlah wilayah di Lampung. “Saya yakin sektor perumahan akan memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Lampung dalam beberapa bulan ke depan,” katanya.

Maruarar Sirait turut mengapresiasi semangat kolaborasi yang dibangun antara pemerintah daerah dan para pengembang melalui REI. Ia berharap komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha terus diperkuat agar berbagai program strategis nasional dapat berjalan optimal.

Sementara itu, Ketua Umum DPP REI Joko Suranto mengatakan program penanaman sejuta pohon merupakan bentuk tanggung jawab sosial REI terhadap kelestarian bumi dan masa depan generasi mendatang.

Ia menjelaskan, gerakan tersebut menjadi bagian dari komitmen REI untuk terus menghadirkan pembangunan yang ramah lingkungan di berbagai daerah di Indonesia. “Kami ingin mewariskan bumi yang lebih baik kepada anak cucu kita. Karena itu, penanaman pohon menjadi gerakan nyata yang terus kami lakukan dalam setiap momentum organisasi,” ujarnya.

Joko menambahkan, sebelumnya REI juga telah melakukan gerakan serupa di Labuan Bajo dan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui penanaman pohon, pembangunan sumber mata air, hingga kegiatan sosial lingkungan lainnya.

Baca Juga :  Raih WTP 12 Kali Berturut-Turut, Gubernur Mirza: Hasil Kerja Keras Semua Pihak

Pada peringatan HUT ke-54 di Lampung, REI turut membangun monumen dan mendukung pengembangan kawasan Taman Kehati sebagai pusat penghijauan dan konservasi lingkungan.

Pengelola Taman Kehati Lampung Anshori Djausal menjelaskan bahwa Taman Kehati merupakan hasil kerja sama berbagai pihak dalam membangun kawasan konservasi keanekaragaman hayati seluas hampir 25 hektare di kawasan Kotabaru, Lampung Selatan.

Menurutnya, dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, kawasan tersebut telah ditanami sekitar 13 ribu pohon dari lebih 120 spesies tanaman lokal. Awalnya kawasan ini hanya kebun singkong. Kini mulai tumbuh menjadi ekosistem baru yang dihidupi berbagai jenis burung, lebah, kupu-kupu, dan serangga lainnya.

Ia berharap Taman Kehati Lampung dapat berkembang menjadi pusat penelitian, pendidikan, wisata lingkungan, sekaligus kawasan pelestarian plasma nutfah tanaman khas Lampung yang berkelanjutan.

Kegiatan dilanjutkan dengan Penanaman simbolis pohon oleh Menteri PKP bersama Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, beserta Jajaran Forkopimda, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi, sekaligus peresmian Tugu dan prasasti di Taman Kehati.

Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran pengurus REI, akademisi, komunitas lingkungan, serta para relawan penghijauan.

Follow WhatsApp Channel metodik.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggaran BKAD Lambar 2023-2024 Bocor? FAGAS beberkan banyak temuan
Penyedia Bergilir dari Setda sampai RSUD, Hingga Bangun Rumah Dinas Kejari dan Klinik Polres Pakai Uang APBD Waykanan, FAGAS Pertanyakan Independensi Penegak Hukum
Tak Kunjung Ditemui, Demonstran Lampung Bentrok dengan Petugas Kementerian Imipas
FAGAS Lampung “Bongkar Aib” Pengelolaan Anggaran Dinas PUPR Pringsewu
JPSI Seret Dugaan Skandal KI dan KPID ke APH
Dominasi Penyedia di BPBJ Tanggamus, FAGAS: Sarat Pengondisian
FAGAS Bongkar Pola Janggal Belanja Sekwan Pringsewu
Kasus Diskominfo Lamsel Bergulir, FAGAS Ungkap Pola Janggal Belanja Rp 12 Miliar 
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 21:46 WIB

Anggaran BKAD Lambar 2023-2024 Bocor? FAGAS beberkan banyak temuan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Penyedia Bergilir dari Setda sampai RSUD, Hingga Bangun Rumah Dinas Kejari dan Klinik Polres Pakai Uang APBD Waykanan, FAGAS Pertanyakan Independensi Penegak Hukum

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Tak Kunjung Ditemui, Demonstran Lampung Bentrok dengan Petugas Kementerian Imipas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:12 WIB

FAGAS Lampung “Bongkar Aib” Pengelolaan Anggaran Dinas PUPR Pringsewu

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:41 WIB

JPSI Seret Dugaan Skandal KI dan KPID ke APH

Berita Terbaru

Pemerintahan

Anggaran BKAD Lambar 2023-2024 Bocor? FAGAS beberkan banyak temuan

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:46 WIB