

METODIK.ID, Bandar Lampung, DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Lampung menggelar sarasehan bersama sejumlah tokoh akademisi, tokoh agama, budayawan, mahasiswa, pelaku UMKM, hingga organisasi perempuan, Rabu (3/6/2026). Forum tersebut membahas arah politik PAN, penguatan kaderisasi, hingga peran partai dalam menjawab tantangan sosial dan ekonomi masyarakat.
Ketua DPW PAN Lampung, M. Hazizi mengatakan, sarasehan digelar untuk menyerap aspirasi dan masukan dari berbagai kalangan demi penguatan partai ke depan.
“Kami ingin mendengar masukan dan saran dari semua lapisan masyarakat, mulai dari mahasiswa, budayawan, organisasi masyarakat, tokoh perempuan, hingga tokoh agama untuk kebaikan PAN ke depan,” kata Hazizi.
Menurutnya, salah satu masukan yang paling banyak disampaikan adalah agar PAN tidak anti kritik dan memberi ruang lebih besar kepada generasi muda dalam politik.
Ia menegaskan, PAN ingin mendorong anak muda, termasuk mahasiswa, agar berani terjun langsung ke dunia eksekutif maupun legislatif.
“Silakan bertarung dalam sistem kekuasaan. Kami berharap anak muda bisa mengambil peran,” ujarnya.
Selain itu, PAN Lampung juga menargetkan keterwakilan perempuan minimal 30 persen pada Pemilu mendatang. Hazizi menilai proses kaderisasi dan rekrutmen politik harus diperkuat agar tidak sekadar memenuhi kuota, tetapi juga menghasilkan kader yang berkualitas.

Dalam forum tersebut, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung, Prof. Sudarman menekankan pentingnya kesadaran spiritual dalam memaknai kekuasaan.
“Pemimpin harus menjaga amanah. Jangan sampai kekuasaan berakhir dengan keburukan, tetapi harus bermuara pada kemuliaan,” tegasnya.
Sementara itu, Guru Besar Universitas Lampung, Prof. Arizka Warganegara menyoroti pentingnya penguatan identitas politik PAN di tengah dinamika politik nasional.
Menurutnya, PAN saat ini semakin inklusif, namun tetap perlu mempertegas ideologi dan jati diri partai.
“Autokritik PAN hari ini masih kuat pada citra partai artis nasional. Ke depan, PAN harus lebih kokoh sebagai partai politik yang berideologi dan memiliki identitas jelas,” ujarnya.
Sekretaris DPW PAN Lampung, Iswan H. Cahya menegaskan PAN tetap berada di posisi partai tengah yang mendukung pemerintah.
Dari kalangan budayawan, Isbedy Stiawan ZS menilai PAN di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan mengalami perkembangan signifikan. Ia menekankan pentingnya politik santun dan beretika.
“PAN harus memainkan seni bertutur, seni berpolitik, dan seni berdiplomasi. Itu sejalan dengan nilai keislaman dan sejarah kemuhammadiyahan PAN,” katanya.
Dari sektor pemberdayaan perempuan, Ketua Lamban PUAN Lampung, Selly Fitriani mengapresiasi komitmen PAN dalam mendorong keterlibatan perempuan dalam politik dan kaderisasi berkelanjutan.
Sementara penggerak UMKM, Anggi Rahmat menyoroti pentingnya edukasi pasar dan pendampingan usaha secara menyeluruh, termasuk akses permodalan yang berkelanjutan.
Perwakilan IWAPI Bandar Lampung, Mutia Jaya Singa juga mendorong kolaborasi pemanfaatan ruang usaha dan pusat kuliner untuk memperkuat ekonomi kreatif bersama PAN.
Dari unsur mahasiswa, perwakilan BEM Unila, Adinda Putra Bayu menilai PAN sebagai partai yang terbuka terhadap generasi muda. Namun, ia berharap PAN tetap menjaga ideologi serta membuka ruang kritik mahasiswa sebagai kontrol kebijakan publik.
Ketua DPD IMM Lampung, Jefry Ramdani menyoroti pentingnya perhatian terhadap sektor pertanian dan edukasi politik bagi anak muda.
Sedangkan Ketua HMI Kalianda, Sandi Afrizal mengingatkan PAN agar tidak terjebak pada politik viral di tengah arus digitalisasi politik yang semakin kuat.
Sarasehan tersebut menjadi ruang diskusi berbagai elemen masyarakat sekaligus menegaskan upaya PAN Lampung memperkuat posisi sebagai partai yang terbuka, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan zaman, dengan tetap menjaga nilai moral, ideologi, dan kedekatan dengan masyarakat.
DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Lampung saat menggelar sarasehan bersama sejumlah tokoh akademisi, tokoh agama, budayawan, mahasiswa, pelaku UMKM. (Red)




Tidak ada komentar