Tantang Kajati Baru Lampung, Kasus LPPM Unila yang “Mati Suri” Tiga Tahun Jadi Taruhan

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

METODIK.ID, Bandar Lampung – Baru beberapa hari menjabat, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung yang baru, Taufan Zakaria, langsung dihadapkan pada warisan pekerjaan rumah yang tak kunjung tuntas, kasus dugaan korupsi di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung.

Kasus ini bukan barang baru, penyelidikan dugaan penyimpangan proyek pengadaan barang/jasa dan penelitian di LPPM Unila tahun anggaran 2020-2023 dengan taksiran kerugian negara sekitar Rp1,128 miliar, nyatanya jalan di tempat. Puluhan saksi sudah diperiksa, tiga terlapor sudah dikantongi nama-namanya, namun hingga pertengahan 2025 Kejati Lampung baru melempar bola ke Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) tanpa kepastian apakah perkara naik ke penyidikan atau justru dihentikan diam-diam.

Di tengah kevakuman inilah, Ketua Front Aksi Anti Gratifikasi (FAGAS) Lampung, Fadli Koms, melontarkan tantangan terbuka kepada Taufan Zakaria, buktikan Kejati Lampung bukan sekadar “peti es” untuk kasus-kasus besar yang menyangkut institusi pendidikan negeri.

Baca Juga :  Bongkar Mafia Tanah Register Way Kanan, ALAMBAKA Desak Kejagung Tetapkan Tersangka

Yang jadi pertanyaan publik, kenapa kasus dengan alat bukti sebanyak itu, puluhan saksi, nomor surat perintah penyelidikan yang jelas, bahkan indikasi modus pemecahan nilai proyek untuk menghindari lelang bisa mandek bertahun-tahun tanpa keterangan resmi soal statusnya? Kasipenkum silih berganti hanya menjawab normatif, sementara publik tak pernah tahu apakah kasus ini benar-benar masih berjalan atau sudah dipetieskan secara senyap.

Perlu digarisbawahi, kestagnanan ini terjadi di bawah kepemimpinan Kajati-Kajati sebelumnya, bukan Taufan yang baru menjabat kurang dari dua pekan. Jadi tantangan FAGAS lebih tepat dibaca sebagai ujian pertama bagi kepemimpinan barunya.

Baca Juga :  Persoalan Register 44, FORMAL: Negara Wajib Hadir

Sebelumnya, Senin Tanggal 20 Juli 2026, Front Aksi Anti Gratifikasi (FAGAS) Lampung melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Kejati lampung menuntut Kejaksaan Tinggi Lampung agar segera menuntaskan kasus mandek yang ditangani oleh Kejati Lampung, salah satunya kasus yang ada di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung dikarenakan penanganannya dinilai sangat lamban dan sudah memakan waktu bertahun-tahun.

Bola sekarang di tangan Taufan Zakaria, apakah kasus LPPM Unila akan jadi bukti awal keseriusannya, atau justru berlanjut menjadi preseden buruk yang diwariskan turun-temurun ke setiap Kajati baru Lampung. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel metodik.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Setelah 3 Tahun, Nuryadin Akhirnya Terima SP3
Bongkar Akar Masalah, FAGAS Soroti Dugaan Permainan Anggaran di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandar Lampung
Persoalan Register 44, FORMAL: Negara Wajib Hadir
Bersitegang, Massa ALAMBAKA Kunci Pagar Tantang PTPN I Regional 7 “Buka-bukaan” Soal HGU
Waspadai Tekanan Atas Nama Petani Register 44, ALAMBAKA Minta Kejagung Tak Berkompromi
STPL Terbit, Dugaan Pengeroyokan Petani Sawit di Lampung Tengah Masuk Ranah Pidana
Bongkar Dalang Register 44, ALAMBAKA Siap Kawal Sampai Kementerian Kehutanan
Kejati Lampung Tegaskan Kasus Register 44-PT PSMI “On The Track”, ALAMBAKA: Jangan Berhenti di Retorika
Berita ini 74 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:17 WIB

Setelah 3 Tahun, Nuryadin Akhirnya Terima SP3

Selasa, 15 September 2026 - 14:10 WIB

Bongkar Akar Masalah, FAGAS Soroti Dugaan Permainan Anggaran di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandar Lampung

Minggu, 13 September 2026 - 13:50 WIB

Persoalan Register 44, FORMAL: Negara Wajib Hadir

Kamis, 10 September 2026 - 13:10 WIB

Bersitegang, Massa ALAMBAKA Kunci Pagar Tantang PTPN I Regional 7 “Buka-bukaan” Soal HGU

Rabu, 9 September 2026 - 14:03 WIB

Waspadai Tekanan Atas Nama Petani Register 44, ALAMBAKA Minta Kejagung Tak Berkompromi

Berita Terbaru

Pemerintahan

BPK Soroti Anggaran BPBD Lampung, Rp4,1 Miliar Jadi Temuan

Selasa, 15 Sep 2026 - 21:15 WIB

Hukum

Setelah 3 Tahun, Nuryadin Akhirnya Terima SP3

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:17 WIB

Hukum

Persoalan Register 44, FORMAL: Negara Wajib Hadir

Minggu, 13 Sep 2026 - 13:50 WIB