Andan Jejama: Spirit Kepemudaan dalam Membangun Pesawaran

3 menit membaca View : 7
Redaksi
Opini - 19 Jun 2026

Oleh : A Zahriansyah

METODIK.ID – Setiap daerah memiliki ruh yang menjadi penuntun arah pembangunannya, dan bagi Kabupaten Pesawaran, ruh itu terangkum dalam dua kata sederhana namun sarat makna: Andan Jejama. “Andan” berarti memelihara atau menjaga dengan baik, sementara “Jejama” berarti bersama-sama. Bila digabungkan, semboyan ini menegaskan satu komitmen besar, yaitu menjaga dan memelihara daerah ini secara bergotong royong, tanpa terkecuali, tanpa berjalan sendiri-sendiri.

Semboyan ini bukan sekadar jargon yang tertulis di lambang daerah. Ia adalah falsafah hidup yang seharusnya hadir dalam setiap lini masyarakat Pesawaran, termasuk yang paling penting dalam denyut kepemudaan daerah ini.

Pemuda sebagai Penjaga Andan Jejama

Pemuda selalu menjadi simbol harapan bagi kemajuan sebuah daerah. Energi, idealisme, dan keberanian mereka untuk berinovasi adalah modal yang tidak tergantikan. Namun energi tanpa arah hanya akan menjadi semangat yang padam di tengah jalan. Di sinilah nilai Andan Jejama menemukan relevansinya bagi generasi muda Pesawaran: pemuda dituntut tidak hanya bersemangat, tetapi juga konsisten menjaga apa yang telah dibangun bersama, dan tidak berjalan secara individual dalam memperjuangkan kemajuan daerah.

Menjaga di sini punya makna luas. Pemuda Pesawaran dapat menjaga kelestarian alam yang menjadi anugerah daerah ini, mulai dari pesona Pulau Pahawang, Teluk Kiluan, hingga Pantai Mutun yang menjadi sumber kebanggaan dan penghidupan masyarakat.

Pemuda juga dapat menjaga nilai-nilai adat dan budaya Lampung yang menjadi identitas daerah, agar tidak tergerus oleh derasnya arus modernisasi. Lebih jauh, pemuda dapat menjaga persatuan di tengah keberagaman etnis dan latar belakang masyarakat Pesawaran, sebuah modal sosial yang justru menjadi kekuatan, bukan kelemahan.

Sementara “bersama-sama” mengingatkan bahwa tidak ada kemajuan yang lahir dari kerja sendirian. Organisasi kepemudaan, karang taruna, komunitas-komunitas kreatif, hingga forum-forum pemuda lintas kecamatan di Pesawaran perlu terus didorong untuk bersinergi, bukan berkompetisi secara sempit. Ego sektoral antar kelompok pemuda hanya akan melahirkan energi yang terpecah, sementara tantangan pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi yang solid.

Dukungan Pemuda terhadap Pemerintah Daerah

Bagian penting lain dari spirit Andan Jejama adalah relasi antara masyarakat, termasuk pemuda, dengan pemerintah daerah.

Semboyan ini pada dasarnya juga mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah dan rakyat untuk saling menjaga. Artinya, pembangunan Pesawaran bukan tugas pemerintah semata, dan bukan pula tugas masyarakat semata. Ia adalah tugas kolektif yang menuntut sinergi dua arah.

Dukungan pemuda terhadap pemerintah Kabupaten Pesawaran bukan berarti dukungan tanpa kritik. Justru sebaliknya, dukungan yang sehat lahir dari keterlibatan aktif: ikut mengawasi jalannya program pembangunan, memberi masukan yang konstruktif, serta menjadi mitra dalam menyukseskan kebijakan-kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Pemuda yang mendukung pemerintah daerah adalah pemuda yang sadar bahwa kemajuan Pesawaran baik di sektor pertanian, kelautan, pariwisata, maupun pelayanan publik hanya bisa terwujud bila ada kepercayaan dan kerja sama yang terjaga antara rakyat dan pemerintahnya.

Dalam konteks ini, organisasi kepemudaan dapat mengambil peran sebagai jembatan aspirasi. Pemuda yang dekat dengan masyarakat di tingkat desa dan kecamatan memiliki posisi strategis untuk menyampaikan kebutuhan riil masyarakat kepada pemerintah daerah, sekaligus membantu mensosialisasikan program-program pembangunan agar lebih dipahami dan diterima oleh masyarakat luas.

Sebuah Harapan Untuk Pesawaran

Andan Jejama seharusnya tidak berhenti sebagai tulisan di lambang daerah atau slogan dalam acara-acara seremonial. Ia perlu diterjemahkan menjadi sikap hidup, terutama oleh generasi muda Pesawaran yang akan mewarisi dan melanjutkan estafet pembangunan daerah ini.

Menjaga dengan baik, dan melakukannya secara bersama-sama termasuk bersama pemerintah daerah adalah jalan paling realistis bagi Pesawaran untuk tumbuh menjadi kabupaten yang maju, harmonis, dan bermartabat.

Pemuda Pesawaran hari ini punya pilihan: menjadi penonton di pinggir arus pembangunan, atau menjadi bagian dari arus itu sendiri, menjaga dan membangun daerah secara jejama, bersama-sama. Pilihan itulah yang akan menentukan wajah Pesawaran di masa depan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *