METODIK.ID, Bandar Lampung – BIOTROP menggelar National & Regional Training Circular Economy Seminar di Politeknik Negeri Lampung (Polinela) pada 4–7 Agustus 2026. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pendidik sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya alam.
Pelatihan nasional diikuti 30 guru SMA dari Provinsi Lampung dan sekitarnya secara luring. Sementara seminar regional diselenggarakan secara hibrida dengan melibatkan sekitar 147 peserta yang berasal dari Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Vietnam. Peserta terdiri atas pendidik, dosen, peneliti, mahasiswa, perwakilan pemerintah, sektor swasta, organisasi nonpemerintah, serta praktisi di bidang pertanian dan lingkungan.
Deputy Director for Program SEAMEO BIOTROP, Dr. Doni Yusri, mengatakan pelatihan tersebut merupakan upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui transfer pengetahuan kepada para guru agar dapat diteruskan kepada peserta didik maupun masyarakat.
Menurutnya, meningkatnya volume limbah organik dari sektor pertanian dan rumah tangga menuntut penerapan pendekatan yang lebih berkelanjutan melalui prinsip ekonomi sirkular. Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi, mendorong inovasi, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara.
Mewakili Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Polinela sebagai mitra penyelenggara. Ia menegaskan komitmen Polinela untuk mendukung inovasi, kolaborasi, dan pengembangan pendidikan vokasi di bidang pertanian berkelanjutan.
”Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular yang memberikan manfaat bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amriko, mengatakan peningkatan kompetensi guru melalui program tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan berpikir kritis peserta didik. Pemerintah Provinsi Lampung juga berkomitmen mendorong sekolah mengintegrasikan isu lingkungan, perubahan iklim, dan ekonomi sirkular dalam proses pembelajaran.
Programme Coordinator SEAMEO BIOTROP, Risa Rosita, menjelaskan pelatihan dirancang melalui penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung mengenai pemanfaatan limbah organik serta biomassa. Seminar regional juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai penerapan ekonomi sirkular dalam sektor pertanian.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai produksi bioenzim dari limbah buah dan tanaman aromatik, pemanfaatan biomassa untuk budidaya jamur, pengelolaan limbah organik menggunakan Black Soldier Fly (BSF), serta pengelolaan sumber daya alam berbasis ekonomi sirkular. Peserta juga diharapkan mampu menyusun rencana aksi penerapan ekonomi sirkular di sekolah maupun lingkungan kerja masing-masing.
Kegiatan ini didukung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI melalui kolaborasi SEAMEO BIOTROP, IPB University, Politeknik Negeri Lampung, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, serta SEAQIS. Melalui kegiatan tersebut, SEAMEO BIOTROP berharap kolaborasi dalam penerapan ekonomi sirkular dapat semakin kuat untuk mendukung pembangunan pertanian, pengelolaan sumber daya alam, dan lingkungan yang berkelanjutan di Indonesia maupun Asia Tenggara. (Red)













Komentar