Promosikan Jawa Tengah ke Investor China, Gubernur Ahmad Luthfi Ingin Investor Datang dan Melihat Langsung ke Jateng

3 menit membaca View : 11
Redaksi
Ekonomi, Pemerintahan, Politik - 24 Mei 2026

Metodik JAKARTA, Potensi investasi energi baru terbarukan (EBT) dan pengelolaan sampah di Jawa Tengah ditawarkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kepada para pengusaha asal China.

Penawaran ini dilakukan dalam forum Pertukaran Tokoh Politik dan Bisnis China-Indonesia.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program DBA Entrepreneur Scholar Cheung Kong Graduate School of Business (CKGSB) angkatan 12 itu berlangsung di Grand Hyatt Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.

Forum tersebut dihadiri puluhan investor dan pelaku usaha China yang telah menanamkan modal di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi mengundang para pengusaha untuk datang langsung ke Jawa Tengah guna melihat peluang investasi yang tersedia.

Menurutnya, Jawa Tengah masih sangat terbuka bagi penanaman modal dari dalam maupun luar negeri.

Ia menjelaskan, capaian investasi Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai Rp110,02 triliun.

Nilai tersebut berasal dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun, penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp37,64 triliun, serta kontribusi UMK sebesar Rp21,52 triliun.

Sementara itu, pada triwulan I tahun 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah telah mencapai Rp23,02 triliun dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,89 persen.

Untuk mendukung iklim investasi, Jawa Tengah kini memiliki sekitar tujuh kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus yang tersebar di sejumlah daerah.

Selain itu, terdapat 12 kabupaten/kota yang sedang menyiapkan kawasan industri baru guna mendorong pemerataan ekonomi.

“Tiongkok menjadi salah satu negara asal investasi tertinggi di Jawa Tengah, nilainya mencapai sekitar Rp10,13 triliun,” ungkapnya.

Dalam forum tersebut, Ahmad Luthfi juga menegaskan keseriusan pemerintah provinsi dalam mengembangkan sektor energi terbarukan dan pengolahan sampah berbasis energi.

Ia menyebut terdapat sedikitnya tujuh proyek EBT yang siap ditawarkan kepada investor.

Proyek itu meliputi pengembangan PLTS, mikrohidro, biogas, biomassa, gas rawa, waste to energy, hingga geothermal. kok

“Kami membuka peluang lebar-lebar bagi investasi pengolahan sampah di Jawa Tengah, sehingga akan membantu kami dalam rangka energi terbarukan,” katanya.

Sementara itu, CEO PT WOOK Global Technology, Cu Longhua menilai pertemuan antara pengusaha Indonesia dan Tiongkok perlu terus diperluas karena membuka peluang kolaborasi lintas sektor industri.

Menurut dia, perusahaan-perusahaan yang hadir menawarkan sumber daya industri berkualitas tinggi yang dapat diterapkan di berbagai bidang.

Industri ini mulai dari perlindungan lingkungan, pengelolaan limbah padat, restorasi ekologis tambang, energi baru, teknologi digital, manufaktur modern, hingga pertanian.

“Saat ini, Presiden Prabowo dengan penuh semangat mempromosikan pengelolaan sampah. Seperti menjadi pembangkit listrik. Kami adalah perusahaan terkemuka dalam industri ini di Tiongkok,” katanya.

Hal senada disampaikan CEO PT AAC Technologies Holding, Benjamin Pan. Ia menilai Indonesia memiliki prospek pasar dan potensi pertumbuhan ekonomi yang besar di kawasan Asia Tenggara.

“Kami melihat kemungkinan kolaborasi yang tak terbatas,” kata dia.

Sebagai informasi, Program DBA Entrepreneur Scholar dari Cheung Kong Graduate School of Business merupakan program doktoral eksekutif yang menggabungkan riset akademik dengan praktik bisnis dan kewirausahaan.

Program tersebut diperuntukkan bagi para pendiri usaha dan pimpinan perusahaan senior.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *